3 Memories You Don’t Want To Erase

October 5, 2015 § 5 Comments

Seminggu yang lalu gue ngobrol panjang lebar sama seorang teman yang dengan sangat thoughtful mendownload apps berisi pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab supaya ada topik pembicaraan di antara dua orang atau lebih. Ada banyak banget sih pertanyaannya, dari mulai pertanyaan ringan kayak, “Kapan lo terakhir kali nangis” sampai pertanyaan yang rada-rada musti pake otak seperti, “Gimana caranya lo jelasin konsep Tuhan kepada seorang stranger?

Di antara puluhan pertanyaan itu, ada satu yang gue masih inget karena kebetulan kemarin baru melakukan sebuah hal yang berkaitan dengan jawabannya😀 Pertanyaannya kurang lebih, Kalau otak lo diformat ulang dan cuma diberi kesempatan untuk memback up 3 peristiwa, memori apa yang akan lo simpan?”

Dan inilah jawaban gue.

1. Momen ketika gue masih SD, mungkin sekitar kelas 3 atau kelas 4, gue masih sekolah di Bandung, dan pada sebuah kesempatan Natal gue dipilih untuk ikut drama di gereja. Gue inget dramanya waktu itu tentang lonceng-loncengan. Jadi pemerannya ada si Lonceng Besar, ada Lonceng Sedang, ada lonceng ini itu, dan ada gue, si Lonceng Kecil. Gue pemeran utama dong pastinya😀😀 Tapi gue inget banget setiap minggu dan beberapa hari sekali dalam satu minggu gue latihan di gereja dengan sangat giat, dengan kadang dianter nyokap (kadang enggak juga), dan waktu itu dramanya adalah drama musikal! Jadi banyak adegan gue nyanyi solo dan gue harus belajar banyak banget lagu.

Gue masih inget betapa bangganya gue jadi bintang utama di hari itu (karena again, gue pemeran utama hahaha) dan pastinya gue inget betapa bangganya mama papa serta abang melihat gue tampil. Sekarang gue ga inget satupun lagu yang gue bawain waktu itu sih, tapi gue masih inget semua excitement nya. Love!

Sayang, gue ga nyimpen fotonya. Padahal gue pake properti heboh kayak lonceng…

2. Peristiwa nenek gue meninggal, 17 Agustus 2002

Temen gue sempet nanya, itu kan peristiwa sedih, kenapa musti diinget-inget terus? Terus gue dengan (sok) wisenya menjawab, “Iya biar gue inget rasanya kehilangan orang yang ternyata sangat menjadi panutan hidup gue. Biar lain kali lebih memanfaatkan waktu sama orang-orang tersayang.”

Btw berkaitan dengan ini, yes, kemarin gue habis ziarah bersama mama ke makam ompung. Sudah 13 tahun dia tidak ada! Tapi rasanya gue masih bisa lihat bahwa mama kangen banget sama mamanya. Kami semua kangen❤

3. Perpisahan di desa Nanga Bungan, 21 Juni 2015

Malam itu gue merasakan kasih yang membludak dari banyak orang yang hingga saat ini sangat gue rindukan. Heheh momen itu juga merupakan puncak dari semua perjuangan selama setahun. Hari di mana air mata gue mengalir deras buanget (gue terisak isak meninggalkan desa dan meninggalkan kabupaten) tapi sekaligus lega karena tahu satu chapter yang paling berarti dalam hidup gue selesai sudah! Saatnya buka chapter baru.

Now, untuk siapapun yang lagi baca ini, I dare you to write down your own list! If could choose 3 memories from your past to last forever, what would they be and why? 

§ 5 Responses to 3 Memories You Don’t Want To Erase

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading 3 Memories You Don’t Want To Erase at Eavesdrop on Me.

meta

%d bloggers like this: