Invisible di Gereja Sendiri

September 13, 2015 § Leave a comment

Setelah sekian lama, akhirnya hari ini gue bergereja di HKBP Menteng lagi. Walaupun sebenarnya gue sempet beribadah di sana satu kali pas gue “kabur” sebentar dari hutan bulan Desember 2014 yang lalu, gue memang sudah lama sekali ngga aktif di gereja itu. Begitu pula dengan keluarga gue. Padahal kami semua masih terdaftar sebagai jemaat di sana ;p Cuma yahh sejak rumah kami pindah ke ujung dunia dan mama jadi majelis di gereja lain, mau ngga mau keaktifan kami di gereja tersebut berkurang.

Anyway sore tadi, atas dasar mencari gereja yang di tengah kota dan waktu ibadahnya sesuai, gue dan kakak gue sekeluarga memutuskan ibadah jam 3. Gue sedikit excited karena emang rasanya udah lamaaaa banget ga ke sini. Dan gue selalu senang bergereja di sana karena memori masa kecil gue selalu terkuak kalau lagi ibadah di sana. Gue jadi inget masa masa sekolah minggu, inget acara acara Natal pas remaja, inget Ompung, dan banyak memori memori lain. Kalo kata film Inside Out sih, banyak “core memories” gue terbentuk di gereja itu. Meskipun salah satu yang paliiiinggg core banget mungkin warnanya biru, karena pas Ompung disemayamkan terakhir kali.

Anyway! Di tengah sibuknya imajinasi gue berkelana ke masa lalu, gue sadar banyak sekali hal yang berubah di gereja itu. Gedungnya beda. Nyanyiannya udah nggak cuma dari KJ, PKJ, dan NKB lagi. Musiknya lebih semangat. Song leadernya udah semakin mirip Worship Leader di gereja-gereja tetangga. Persekutuan pemudanya udah hampir semua orang baru.

Gue pun berkata sama kakak gue, “Gile, udah lama banget ya aku nggak ke sini, udah beda banget semuanya.”

Kakak gue mengiyakan. Tapi lucunya, setelah gue berkata demikian lantas sepasang suami istri yg duduk di belakang kami menyalam dan menyapa,

“Kamu borunya si Tiur ya? Waah apakabar?”
‘Baik tante, hehehe..’
“Waahh… udah ngga di Korea lagi kah sekarang? Udah for good ya? Duh mama pasti seneng yaa.. kamu lama banget kaan di Korea…”
‘Eh? Iya tante.. iya udah ga di Korea..’

“Lalu ini si abang ya? Waah udah lama banget ga ketemu.”
‘Iya tante, halo apakabar…’
“Trus ini temennya kah?” (Menunjuk kakak ipar gue)
‘Eh?’
“Waah.. kapan nih jadinya? Disegerakan aja yaa..”
‘Eerrrr….’
“Okedeh salam ya untuk mama papa!”
‘Iya tante.. mari oom…’

Beberapa detik kemudian gue, kakak gue, dan kakak ipar gue terdiam. Kemudian kami saling bertatapan. Lalu tertawa bersama.

Ternyata kami emang udah lama banget ya ga gereja di sana :3 atau emang segitunya nggak eksis aja selama ini.. hahahah :)) anyway, selamat hari Minggu! Semoga minggu ini pun banyak berkahnya.

xoxo,
Sali – yang sudah 2 tahun meninggalkan Korea dan abangnya sudah menikah hampir 2 tahun juga bahkan sudah punya anak berusia 9 bulan :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Invisible di Gereja Sendiri at Eavesdrop on Me.

meta

%d bloggers like this: