Tanda Tangan untuk Masa Depan

August 11, 2015 § 3 Comments

컴퓨터 정리하다가 이 사진 발견했어..

Rapor

Masih inget serunya, beberapa bulan lalu, hitung-hitung nilai anak-anak, kumpulin jejak-jejak catatan perkembangan mereka yang kadang nyelip di tas atau ketinggalan di notes HP, lalu masukin semuanya ke Excel, kemudian dicari apakah berdasarkan angka mereka layak naik kelas atau tidak. Setelah itu baru dipertimbangkan kembali satu per satu, mana yang pantas naik kelas karena sudah benar-benar tuntas belajarnya, mana yang pas-pasan, mana yang perlu diberi catatan kecil di dalam buku rapornya, mana yang harus dipanggil dulu orang tuanya. Prosesnya makan waktu, dan harus muter otak. Padahal murid di kelas saya waktu itu hanya 7 orang. Nggak kebayang kalau murid saya puluhan, pasti butuh effort lebih lagi untuk mengenal anak satu per satu.

Ketika akhirnya tiba di tahap penandatanganan rapor, saya ingat saya tersenyum sendiri. Ini kedua kalinya saya membubuhkan tanda tangan di buku rapor mereka karena semester sebelumnya juga sudah pernah saya lakukan. Itu artinya saya sudah mengajar dua semester! Itu artinya tugas saya sebagai wali kelas selesai sudah. Itu artinya saya harus pulang :”(

Emang rada-rada mellow waktu itu. Semua yang saya lakukan di detik-detik terakhir menjelang kepulangan rasanya berat sekali. Tetangga pun gitu. Lihat saya bawa baju pinjeman ke rumah orang, komentarnya pasti, “Bu Guru udah mau berkemas aja?? Cepat sekali???

Atau kalau saya berlagak selfie padahal mau bercermin doang di HP memastikan muka gatel itu karena digigit agas atau ada jerawat tumbuh, pasti komentar orang, “Mentang-mentang mau pulang Jakarta nih, Bu Guru foto-foto teruuus…

Paling parah waktu itu murid-murid saya yang perempuan. Di hari Sabtu terakhir kami olahraga bersama (which was actually 1 MONTH before my departure… still 1 month left….) saya memutarkan lagu “Terima Kasih Guruku” sebagai iringan musik sebelum kami mulai senam bersama. Lagunya sebenernya bagus, dan nadanya nggak sedih. Sama sekali gak sedih. Tapi tiba-tiba dari pojokan saya mendengar segerombolan anak perempuan tersedu-sedu dengan muka belepotan air mata. Salah satu dari mereka berkata, “Bu Guru, kami sedih Bu Guru udah mau pulang…

Kelas 3

Sali and the 7 dwarfs

Yaah anyway, inti dari cerita saya adalah, sudah hampir 2 bulan berlalu dan anak-anak saya masih suka kebawa mimpi >.< Pengalaman tiba-tiba punya anak banyak memang menjadi sesuatu cerita yang unik dalam hidup saya, tapi semoga pengalaman punya guru seperti saya juga menjadi kisah tidak terlupakan juga bagi mereka ya. Biar vice versa gitu (hahah maksa). Setidaknya saya yakin mereka akan tetap ingat saya kalau lagi mau daftar sekolah sih ;p Atau iseng-iseng buka rapor SD.

Sebenarnya selama ini sebagai orang yang pernah beberapa kali ikut organisasi dan menjadi karyawan perusahaan, saya sudah sering membubuhkan tanda tangan di mana-mana. Cukup penting sih ya waktu itu. Nanda tangan izin tertentu, nanda tangan kontrak kerja, atau nanda tanganin buku harian temen jaman SD.

Tapi rasanya tanda tangan yang saya tinggalkan di 7 buku rapor murid-murid saya ini yang paling berkesan deh. Berkesan buat saya, setidaknya. Karena saya merasa bertanggung jawab atas masa depan anak-anak ini. Dan berkesan juga, karena mungkin itu terakhir kalinya saya akan menuliskan tanda tangan dan nama saya di buku rapor, sebagai wali kelas!

xoxo,

Mantan Bu Guru

ps: Tulisan ini dipersembahkan untuk Flora, Rut, Reva, Pian, Amos, Titus, dan Isak. Laskar Bungan? Siaap, siaaap!

§ 3 Responses to Tanda Tangan untuk Masa Depan

  • Keven says:

    Sungguh menginspirasi. Sekarang saya juga sedang kerja praktek jadi guru Mandarin di sekolah. Setiap hari pusing tujuh keliling menyiapkan materi pelajaran, ulangan, dan juga menghadapi kelakuan anak-anak yg kadang-kadang menguji batas kesabaran.

    Tapi setelah baca tulisan lu, gua yakin nantinya sewaktu kerja praktek gua selesai, gua pasti kangen sama anak-anak yg pernah gua ajar. After all, mengajar itu sebuah panggilan and I love being a teacher.

    Btw, cobain nonton film Thailand yg judulnya “Teacher’s Diary” deh, menyentuh banget…

  • obinotbeer says:

    so sweet bgt monnn dan gue terharu di bagian tandatangan rapot. gak tau kenapaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tanda Tangan untuk Masa Depan at Eavesdrop on Me.

meta

%d bloggers like this: