Indonesia!

May 7, 2014 § 2 Comments

Tulisan ini dibuat pada hari Selasa, 6 Mei 2014.

Hai semua. Senang sekali rasanya jari-jari ini bisa mengetik lucu di atas keyboard komputer. Sudah beberapa minggu belakangan ini hidup saya hampa tanpa gadget huhehe. Kenapa tanpa gadget? Karena saya saat ini sedang berada di camp karantina Indonesia Mengajar yang mengharuskan saya berpisah dari segala jenis alat elektronik setiap hari Senin sampai Sabtu. HP baru dikembalikan dan bisa digunakan hanya hari Minggu. Untung kemarin akhirnya kami dapat hibahan netbook unyu jadi saya bisa kembali autis, walaupun tanpa internet :3 Oiya netbook baru ini saya namakan Aspirin.

Anyway beberapa update terkini tentang saya:

  1. Setelah resign dari kantor terakhir, saya sempat kabur dari kepenatan sejenak dengan tamasya ke Thailand dan Korea. Senang sekali rasanya bisa refreshing setelah sekian lama. Sayang waktu itu nggak sempat ngeblog juga, jadi kalau ditanya detil itinerarynya saya agak lupa lupa inget. Yang pasti saya super happy karena bisa main main sebelum dikarantina.
  2. Senin tanggal 21 April 2014 saya masuk karantina Calon Pengajar Muda angkatan 8. Total peserta 74 orang dari berbagai latar belakang yang berbeda, dan tempat karantina kami adalah di sebuah vila di daerah Cisarua.
  3. Karantina ini sendiri berlangsung selama 8 minggu, dan saat saya mengetik tulisan ini saya sudah berada di minggu ketiga. Nggak kerasa? Ha ha ha.. kerasa banget sih kalo boleh jujur :p
  4. Highlight minggu pertama karantina adalah saya berkenalan dengan 73 peserta lainnya, dan kecanggungan kami segera musnah karena minggu pertama itu diakhiri dengan pelatihan fisik selama 4 hari yang paling luar biasa dalam hidup saya, at least sampai saat ini.
  5. Pelatihan fisik yang saya sebut di poin sebelumnya adalah prosesi pelatihan oleh WANADRI yang jujur saya nggak tau itu apa sebelumnya, dan kami dilatih macamnya bocah-bocah masuk ospek. Dulu saya pikir training ala militer di Lotte pada bulan Desember 2011 adalah pengalaman terburuk saya dalam hidup, tapi ternyata pelatihan Wanadri ini berhasil mengalahkan rekor tersebut.
  6. Empat hari nggak mandi, empat hari ga gosok gigi, empat hari makan diburu waktu sampai agak trauma makan karena bawaannya pengen muntah kalau menjejalkan nasi ke mulut, empat hari harus lari ke mana mana sambil teriak “INDONESIA”, empat hari nggak bisa minum leluasa sambil berdiri, empat hari minum air dari sungai, empat hari bolak balik dihukum push up, tapi empat hari juga kami diajarkan pentingnya kerja sama dan yang paling penting saya jadi punya rekor baru dalam hidup: mendaki gunung!
  7. Walaupun kalau boleh milih nggak pengen lagi sih mendaki gunung dengan cara itu….
  8. Lanjut ke minggu kedua, kami dapat materi tentang filosofi pendidikan: bagaimana pengaturan aparatur sekolah, bagaimana cara mengajar dengan kreatif, bagaimana mengenal sifat dan karakter pribadi serta murid, bagaimana jenis-jenis kecerdasan manusia, dan masih banyak lagi. Semua topiknya menarik, dan semua materinya bermanfaat. Walaupun jujur sepanjang minggu saya harus perang melawan kantuk karena duduk mendengarkan sepanjang hari itu juga menguras energi L
  9. Kemudian di minggu ketiga ini saya sedang mengulang kembali pelajaran anak SD. Kemarin kami belajar matematika dasar (tambah, kurang, pecahan, luas, keliling, dll), dan hari ini kami belajar IPA (observasi anak ayam, membuat oven tenaga surya, dll).
  10. Oiya hari ini ketika belajar IPA kami bermain lari larian menghayati peran rantai makanan sebagai tikus yang dimangsa ular, dan saya dengan sukses jatuh di lapangan sampai paha biru dan kacamata penyok. Yah makin bocel bocel aja ni badan…
  11. Ngomong ngomong soal bocel bocel saat ini dengan bangga saya katakan muka saya nyaris mulus namun warnanya luar biasa gelap……………. terima kasih banyak wanadri, terima kasih banyak indonesia mengajar. Emang nggak salah sih slogan IM: “Setahun mengajar, seumur hidup perawatan…………………….”
  12. Sekarang kulit tangan saya pun terkelupas kayak ular, dan saya mulai berpikir untuk pakai jilbab ketika survival nanti supaya punya alasan untuk pakai baju tangan panjang.
  13. Eh iya bener, di akhir minggu ketujuh nanti kami punya program survival lagi, yang merupakan kelanjutan dari pelatihan fisik kemarin. Gosipnya sih ketika survival masuk hutan untuk kedua kalinya ini kami akan diajarkan cara makan ular dan dedaunan tidak beracun, serta tidak disediakan makanan lain selain makanan liar tersebut. Saya benar benar berharap itu hanya sekedar gosip, karena apabila tidak ya bisa dipastikan saya puasa empat hari….
  14. Buat yang penasaran, iya saya sudah ketemu Bapak Anies Baswedan. Sudah dua kali pula. Dan iya, beliau sangat berkharisma. Dan beliau bolak balik menyebut negara Korea Selatan karena menurut beliau pendidikan di Korea sudah sangat maju. Saya diem aja sih dengernya, nggak terlalu tau juga soalnya huheheh.
  15. Kehidupan saya sehari hari cukup menyenangkan tapi juga membosankan. Bangun pagi jam 5 kurang, olahraga jam 5.30, mulai kelas jam 8, teruuuus sampai jam 10 malam. Kalau ada waktu luang bisa pinjam buku di perpustakaan atau main ayunan. Kebetulan di depan barak saya ada meja biliar, jadi saya biasanya nempel di situ. Ntah apa yang ada di pikiran teman teman saya melihat orang tua muka bersahaja tapi mejengnya di meja biliar. Semoga nggak pada langsung berpikiran negatif..
  16. Selain itu ada kolam renang juga sih, tapi ini juga saya agak susah nyeburnya karena saya nggak biasa berenang pakai baju selain baju renang. Hehehe jadi doakan saja wiken ini saya sudah sanggup menyesuaikan dan berani nyebur.
  17. Di poin 15 saya juga sempat menyebut soal barak; jadi kami 74 orang ini dibagi ke dalam 3 kelompok besar untuk tidur. Gubuk alias barak pertama adalah barak putri, diisi oleh sekitar 29 orang, dan barak kedua adalah barak putri kecil yang diisi 14 orang. Barak yang satu lagi adalah barak putra, isinya 31 orang. Jangan bayangkan barak ini indah dan cozy ya, karena kami di sini tidur layaknya ikan teri berdempet dempetan. Tapi lucu sih sensasinya, dan mungkin ini bisa dijadikan latihan untuk penempatan juga..
  18. Oiya penempatan akan diberitahukan akhir minggu ketiga ini. Jadi bagi yang selama ini sudah bertanya tanya “sal lo bakal dibuang ke mana sih??” mohon bertanya lagi minggu depan karena ketika itu insyaallah saya pun sudah mendapatkan jawabannya.
  19. Setiap hari jam 11 malam sampai jam 4 subuh listrik dimatikan. Dan ini juga yang telah terjadi ketika saya sedang menuliskan karangan indah ini. Jadi izinkanlah saya untuk menutup tulisan saya dan segera menyusul teman teman sebarak saya ke alam mimpi dengan menggarisbawahi poin terakhir…………..
  20. Saya sehat walafiat, dan sangat sangat menikmati setiap proses karantina ini. Untuk pertama kalinya saya sadar kenapa saya harus belajar ini itu, dan untuk kesekian kalinya saya dibuat semakin bangga menjadi warga Indonesia. Semua oke, semua baik.

Good night!

Tagged: , ,

§ 2 Responses to Indonesia!

  • ovi says:

    syukur mon kau sehat dan bahagia di sana!

  • Indra says:

    wah, lama tak berkunjung, ternyata uda ada cerita beginian. hehehe..
    jadi ingat pas masuk SMA dulu. tak jauh beda lah. hahaha..
    Tetap semangat Sal! Indonesia menantimu.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Indonesia! at Eavesdrop on Me.

meta

%d bloggers like this: