Dilema Setiap Pagi (Kalau Hujan)

January 24, 2014 § 2 Comments

Rutinitas pagi belakangan ini:

Bangun pagi, cek pendengaran, itu suara hujan apa suara bajaj lewat?

Oh bukan hujan, ya bagus deh. 

Keluar kamar, kucek-kucek mata, nengok ke langit. (berasa tidurnya di alam aja)

GILE!! Jam 6 pagi apa 6 sore nih? Gelap amat bro…

Ambil HP, nyalain musik, mulai sikat gigi, mandi pelan pelan, lagu udah ganti 3 kali, mulai sadar udah kelamaan di kamar mandi.

Oke mari buru-buru mandi sebelum hujan turun.

Masuk kamar lagi, pake baju, beres-beres, ngibrit ke dapur, potong kue Meranti secuil, mulai sarapan ekspress.

Oke mari buru-buru makan sebelum hujan turun.

Harapan gue sirna.

Mendadak langit mengamuk, air mulai turun, hujan membasahi bumi, gue pun cengo.

Great, sekarang gue naik apaan dong ke kantor???

Masih ngunyah potongan Meranti terakhir, gue mulai menatap ke luar sambil main hape dengan sebal.

Biasanya gue ngantor naik ojek; selain harganya terjangkau, waktu tempuhnya juga singkat. Tapi kalo ujan gini?? T.T

Pilihan kedua bisa sih naik taksi, tapi sekali nelpon Blue Bird minimal pembayaran itu 40 ribu, padahal normalnya ke kantor gue cuma 20 ribu… huuu kan rugi bandar T.T

Pilihan ketiga bisa juga nyetir bawa mobil, tapiiii parkir di kantor sendiri itu bener-bener bikin nangis darah. Coba aja itung 11 jam kali 4 ribu…

Naah kalau mau agak ekonomis sedikit sih mungkin bisa dicoba nyetopin taksi di pinggir jalan, tapiii hujan hujan begini udah basah, taksi juga penuh semua -__-

Yang jelas ada sih bus kopaja yak, jadi jalan kaki dulu 1 km, nyambung kopaja, turun lalu jalan kaki lagi 1 km. Pilihan sangat ekonomis dan menggiurkan, hanya saja waktu tempuhnya tiga kali lipat pilihan-pilihan lainnya. Kalau mau naik bus mustinya bangun tidur kuterus berangkat, kagak pake mandi apalagi ngunyah Meranti..

Jadi penyelesaiannya?

Nggak tahu. Sampe sekarang masih mencari cara paling ideal untuk ngantor di kala hujan. Bener-bener dilema tiada akhir di musim penghujan ini.

Sementara untuk tadi pagi sih gue kekeuh naik ojek, karena pas berangkat belom hujan. Cuma sayang aja gue kurang hoki, di tengah jalan hujan dan gue cukup basah serta kedinginan….. mari minum vitamin banyak banyak. Huuu…..

#firstworldproblem

Tagged: , ,

§ 2 Responses to Dilema Setiap Pagi (Kalau Hujan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Dilema Setiap Pagi (Kalau Hujan) at Eavesdrop on Me.

meta

%d bloggers like this: