Brother Complex

January 7, 2014 § 5 Comments

Hari libur, rumah berantakan, H minus tujuh sebelum perhelatan besar keluarga, dan gue dengan heroiknya jadi kuli di rumah sendiri.

Angkat kardus, dorong pohon, ngelap lemari, sampai ngga sengaja ketemu album foto jaman dahulu. Niat buka satu album doang, eeh keterusan sampe buka satu boks :3

Lucu juga, album pertama yang gue temukan adalah album foto nikahnya papa dan mama, sementara album album foto berikutnya adalah album kakak gue masih kecil. (ntah kenapa album gue malah ga ada)

Sambil senyum ngga berhenti otak gue mikir betapa cepatnya waktu berlalu. Tiga puluh tahun lalu bokap nyokap gue diberkati menjadi satu, dan ngga kerasa minggu depan giliran kakak gue bikin album foto yang sama ^.^

Kakak gue yang pengen banget gue terlahir sebagai perempuan, kakak gue yang nembak bibir gue pake pistol mainan sampe berdarah, kakak gue yang ngajarin kalo nyeberang jalan itu sekali hajar nggak boleh mundur ke belakang lagi, kakak gue yang dulu selalu malu sama temen temennya kalo gue ngerengek minta ikut join main Tekken dan Grand Turismo, kakak gue yang akhirnya mulai overprotektif sama gue pas udah beranjak besar, kakak gue yang selalu meyakinkan gue bahwa dialah fans terbesar gue tiap kali gue main piano…

… kakak gue yang sebelum ketemu pacarnya yang sekarang sempet bilang ke gue, “Kayaknya abang harus stop cari pacar yang kayak kamu. Ntah kenapa kalo nyari cewe pengennya yang mirip kamu sifatnya, dan malah gagal terus.. ” tapi nyatanya dapet juga yang nggak cuma selera bahkan muka pun persis sama gue.

Phew yeah.. kakak gue yang selalu gue ceritain itu… minggu depan akan menikah. Mohon doanya semua, agar semua acara lancar, tidak hujan, dan tentunya kedua mempelai hidup bahagia senantiasa🙂

Sementara itu sepertinya sudah saatnya gue juga mengikuti jejak beliau (etss bukan bagian nikahnya yak). Nggak fair membandingkan orang orang di sekeliling sama ayah ibu dan kakak. Lagipula kakak menikah bukan berarti gue ngga bisa minta tolong kalo ada apa apa juga kaan… palingan jadi sedikit sungkan aja karena harus minjem dia dari keluarga barunya (lap air mata) atau ya jadi nggak bisa sewaktu waktu minta jemput bawa ke rumah aja (ambil tissue baru).

Huaaahh hari apa sih ini? Rasanya hari ini panjang dan melelahkan jasmani rohani sekali. Uhuhu. Gue bahkan sempet lupa berita baik tadi pagi.

Anyway mari tidur. Good night world.

§ 5 Responses to Brother Complex

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Brother Complex at Eavesdrop on Me.

meta

%d bloggers like this: