Long Way Home (Part 2 – Welcome to Southeast Asia)

November 12, 2013 § 3 Comments

Menyambung dari tulisan sebelumnya, berikut adalah kelanjutan dari perjalanan pulang gue yang panjang dari Korea menuju Indonesia.

Jadiii setelah puas bermain di Jepang tibalah saatnya bagi kakak F untuk kembali ke kehidupan nyata sementara gue melanjutkan perjalanan pulang, yang lagi-lagi pake acara nyangkut di negara-negara berikut..

MALAYSIA

Seperti sempat gue sebutkan di postingan sebelumnya, gue ke Malaysia itu cuma transit. Heheh numpang mejeng doang di Petronas, lalu pajang status Path “sleeping in Kuala Lumpur”, baru besoknya terbang lagi. Agak kurang kece memang, tapi ntah kenapa pas gue muter-muter Kuala Lumpur di taksi itu gue agak kurang menikmati sih. Terlalu mirip Jakarta.. huhehe (sok).

Anyway begitulah tanggal 23 September gue terlewati. Hari berikutnya gue terbang lagi dari Malaysia menuju keee.. Vietnam!

VIETNAM

Day one – 24 Sept

Touch down Hanoi!! Dan bertemu traveling partner gue berikutnya, yakni Ibu Tiur. Heheh. Seinget gue sih hari kami tiba di Hanoi udah sore, dan nyampe di hotelnya malam. Jadi kami gak sempat ke mana mana lagi selain muter-muter di sekitar tempat kami nginep (Hoan Kiem District) sambil nyari Pho pinggir jalan yang duduknya di dingklik di trotoar. Mama girang banget diajak makan makanan pinggir jalan gitu, dan gue juga girang banget soalnya super murah *.* hahah untungnya gak ada peristiwa sakit perut atau apapun yang merugikan kog.

Kami nginep di hotel bernama Hanoi Legacy Hotel yang apparently punya 3 cabang di daerah yang sama. Lucunya, dari ketiga cabang tersebut kami sudah mencoba tiga tiganya T.T hahah dikarenakan awalnya gue book di cabang pertama, lalu pas nyampe mereka transfer kami ke cabang kedua dengan alasan di cabang pertama itu kamarnya sudah penuh. Eh lalu pas hari-hari berikutnya setelah kami balik dari Ha Long Bay, si cabang kedua bilang di tempat terserbut pun sudah penuh, jadi mereka transfer kami lagi ke cabang ketiga.

Entah emang gue naif atau gue murni berhati mulia jadi dioper oper ke cabang ini itu sama sekali ga jadi masalah sih buat gue.. Apalagi karena mereka toh ngangkatin koper kami dan bayarin taksinya (cuma jarak kurang dari 5 menit sih via taksi). Tambahan lagi, tiap kali dioper kamar kami selalu diupgrade fuhahaha jadi gue beneran gak punya alasan untuk protes. Lagipula petugasnya juga sangat ramah kog, jadi recommended lah menurut gue. Terimakasi mami untuk sarannya.

Day two – 25 Sept

Hari keduaa kami ikut Hanoi city tour yang mesennya langsung dari hotel. Sekitar jam delapan pagi kami dijemput, bergabung sama rombongan sekitar 10 orang lainnya, naik minivan lalu dibawa muter-muter Hanoi. Gue inget banget hari itu hujan derasss sederas derasnya sampe gue kesel sendiri, tapi untung masih bawa payung dan tournya selesai cepat hehehe.

Yang kami kunjungi ketika itu adalah Chua Tran Quoc (sebuah temple dengan pemandangan danau yang bagus),  Ho Chi Minh Mausoleum, One Pillar Pagoda, Temple of Literature (National University), dan Ngoc Son Temple yang berada di Hoan Kiem Lake.

Kalau nggak hujan dan ada waktu lebih gue pengen coba mengunjungi Vietnam Women’s Museum dan Museum of Ethnology sih. Kabarnya cukup menarik dan okelah untuk dikunjungi. Namun apa daya waktu itu cuma sehari dan mood berkelana sudah hilang terbawa arus hujan. Hehe jadi next time ada yang mau ke Hanoi silakan tambahkan dua spot di atas, plus water puppet show juga kalau suka nonton performance.

Day three – 26 Sept

Ha Long Bay! Lagi-lagi dengan memesan tour melalui hotel, kali ini kami dijemput jam 8 pagi dan bertolak meninggalkan Hanoi  untuk menuju ke kota Ha Long.

Sejujurnya gue gatau Ha Long itu letaknya di mana, sejauh apa dari Hanoi, dan sebenarnya dia itu tempat apa. Gue random aja ngegoogle apa yang asyik dilakukan di Vietnam dan semua suru gue ke tempat yang ternyata termasuk UNESCO world heritage itu. Okeh kerandoman otak gue ternyata gak sia-sia akhirnya.

Ha Long Bay

Ha Long Bay

Tour yang gue ambil itu naik kapal dan kami menginap di atas air semalam. Kapalnya lucu, makanannya enak, kamarnya nyaman, air panas ada, dan petugasnya ramah-ramah. Guidenya pun lucu nian. Cuma sayang sinyal suka kembang kempis di sana dan ga ada wifi (yaiyalah wong di tengah laut).

Heheh tapi overall tournya oke kog. Hari pertama ini kegiatannya adalah check in di kabin, lalu kapal kami berlayar ke sebuah goa yang terletak di salah satu besar dan bernama Hang Sung Sot. Jujur goa itu terlalu banyak orang sih, dan letaknya tinggi nian sampe nyokap gue kecapean sendiri nanjaknya. Jadi gue agak kurang menikmati sang goa, apalagi karena gue udah punya perbandingan goa-goa lain di Korea yang somehow lebih menantang (cieh).

Habis dari goa kami lalu ke pantai! Pantainya kecil banget, pasirnya hanya sedikit, dan kalau dibandingkan dengan Bali tentu nggak ada apa apanya. Tapi pemandangannya cukup lucu sih. Karena pantai ini juga terletak di salah satu “batu” besar, sambil berenang para pengunjung bisa menikmati pemandangan kapal-kapal berlabuh dan ratusan batu hijau di kanan kiri.

Day four – 27 Sept

Hari berikutnya, kami bangun dan menikmati sarapan di atas kapal! Hehe pengalaman yang menarik. Bagus banget sih memang pemandangannya, dan mama juga tampak senang😀 Habis sarapan kami lalu ganti baju siap basah dan bergegas ke “batu” berikutnya yang menyediakan fasilitas kayak.

Gue selalu suka water sport, dan gue kira itu semua karena mengalir dalam darah Kaunang gue yang emang berasal dari ujung sulawesi sana, jadi ramah sama air. Namun ternyata gue agak salah. Di hari itu gue yang seumur hidup belum pernah main kayak harus dapet tantangan dobel: mengarahkan perahu gue biar nggak ketinggalan sama peserta tour lainnya, dan juga menenangkan ibu Tiur yang panik luar biasa di belakang gue.

Satu perahu itu isinya dua orang, dan memang lo nggak bisa ngapa ngapain di dalam sana. Cuma bisa duduk selonjor dengan kaki lo lurus ke depan. Kalau lo goyang dikit, maka perahu lo bakal goyang, dan inilah yang jadi masalah besar di dalam perahu gue. Nyokap gue yang gue kira adalah seorang jagoan, ternyata sangat-sangat takut pas naik ini. Huhahahah.

Jadiiii boro-boro foto-foto, dia megang dayungnya aja udah setengah mati seerat mungkin sambil ngucap doa. Ada ombak dikit teriak, perahunya diem bentar teriak (takut ketinggalan rombongan), ditabrak perahu lain (cuma kena ujungnya) juga teriak, dan pas dia liat ada peserta lain yang beneran jatuh dari perahu dia pun ikutan teriak. Perang batin luar biasa gue ketika itu hahahaha untunglah akhirnya satu jam main kayak selesai juga dan ternyata mama berhasil mengambil beberapa foto yang layak ditampilkan di publik. Sepertinya beliau memotret itu ketika gue suru nggak usa ngedayung dan silakan fokus sama pemandangan sekitar heheh.

Anyway habis kayaking di pagi hari, perahu kami muter-muter daerah Ha Long Bay, lewatin spot spot bagus untuk foto, kemudian kembali ke daratan. Jam satu siang kami bertolak dari kota Ha Long, sekitar jam tujuh baru kami tiba lagi di hotel di Hanoi. Agak jauh rupanya.

Day five – 28 Sept

Hari kelima, kami meninggalkan Hanoi dan terbang ke Ho Chi Minh. Nyampe Ho Chi Minh kami lalu check in kemudian kelalang keliling melihat serunya kota tersebut. Dalam beberapa jam saja gue langsung berpendapat bahwa kota Ho Chi Minh jauh lebih “muda” daripada Hanoi sih. Atraksinya lebih hidup, gedungnya lebih warna-warni, dan penduduknya lebih bervariasi. Suka!

Sambil megang peta yang dikasi sama petugas hotel, gue lalu berhasil membawa nyokap gue jalan kaki jauuh banget dan ngelilingin beberapa spot penting seperti Ben Thanh market, Opera House, Cathedral, dan Post Office. Walaupun cuma jalan-jalan dan nggak ngapa-ngapain juga, gue cukup senang sejujurnya. Ntah kenapa bangunannya bagus bagus dan gue suka jalan-jalan di sana hehe.

Ho Chi Minh

Malam itu kami menginap di Luan Vu Hotel yang berada di daerah Pham Ngu Lao. Petugasnya hostelnya sangat baik dan hostelnya sendiri sangat murah🙂 Pas booking gue sempet bilang bahwa nyokap gue ga bisa manjat tangga tinggi tinggi (begitu pula dengan gue ha ha ha) jadi sama mereka dikasi kamar yang paling “rendah”. Kamarnya bersih dan wifi berjalan baik hehehe. Lalu daerahnya sendiri adalah daerah turis, jadi di sekitarnya banyak restoran dan juga toko oleh oleh. Asyik sih, enak ke mana mana. Terima kasih kakak matahari pagi untuk rekomendasinya.

Day six – 29 Sept

Tour lagi! Hari itu hujan deraaas dan gue sangat.. sangat… membenci tujuan tur pertama kami, yakni Cao Dai Temple.

Maaf jika ada penganut aliran Cao Dai di sini, dengan sangat menyesal gue katakan bahwa gue sebel sekali sama tempat itu. Ketika kami datang, pas banget mereka lagi mau ada acara kebaktian tengah hari atau apalah itu, jadi para pengunjung harus merapat ke samping dan memberi jalan untuk para pemuka agama membawa sesajen mereka masuk ke ruangan lalu ke altar.

Okelah gue mengerti perasaan mereka, bete juga kali ya kalo lagi mau sembahyang tau-taunya ada orang segambreng nontonin lo yang lagi khusyuk. Tapi bukan berarti semua pengunjung harus diusir usirin kayak ngusir lalat juga kan? Jujur kesel. Hahaha mana itu tempat sebenernya kuecill banget (dibanding dengan jumlah turis yang dateng) dan para tante serta nenek yang lagi beribadah di sana judesnya luar biasa pula. Semua orang dicolek colek dan disuru geser KELUAR. Disuru gesernya nggak pake mulut dan kata kata manis pula, ini mah pake jari broh. Pake jari nunjuk nunjuk kayak anak SD ketauan nyontek, ditunjuk persis di depan muka lo, terus nunjuk ke pintu. Ngeselin. Klimaksnya lagi, di luar itu HUJAN. Jadi lo suru gue nunggu di luar, kehujanan? T___T reminds me so much of ajumma ajumma di Korea… tega banget…..

Vietnam Trip5

Untungnya habis dari si temple tour kami menjadi sedikit lebih menarik karena tujuan berikutnya adalah ke CuChi Tunnel. Di sini lo bisa ngerasain sendiri sensasinya ikutan perang Vietnam dulu, dan bisa nyobain masuk ke terowongan mereka yang super mini. Hujan dan becek, tapi yang ini worth it ^.~

Malamnya, gue janjian ketemuan sama temen-temen Vietnam gue yang merupakan anak-anak Lotte juga, dan mereka menraktir gue serta ibu Tiur di restoran Mongolia. Hahaha randomnya parah, tapi mereka semua lucu seperti biasa. Gue sangat bersyukur bisa punya kenalan lucu lucu dan baik baik di Ho Chi Minh, hihi mungkin lain kali giliran gue yang mengundang mereka ke Indonesia.

Day seven – 30 Sept

Setelah hari berhujan seharian, akhirnya datang juga hari bermatahari terik yang lumayan bikin hepi di hari berikutnya. Hehe hari ini gue dan nyokap ke Mekong Delta, dan pengalamannya cukup lucu. Naik perahu (lagi), pake topi khas Vietnam, terombang-ambing di air; awalnya gue ngerasa sensasinya mirip kayak ngeliat kali Ciliwung. Cokelat soalnya. Heheh untung gue sudah diedukasi sebelumnya oleh seseorang bahwa itu cokelat karena tanah, jadi gak norak-norak amat lah. Dan setelah puas memandangi sungai Mekong, kami pun kembali ke Ho Chi Minh dan beristirahat sebelum menutup perjalanan Vietnam kami😉

Day eight – 1 Oct

Paginya masih sempet nyari oleh-oleh di deket hostel, siangnya kami sudah bertolak ke airport. Hari ini rute kami adalah terbang dari Ho Chi Minh ke Singapore, dan dalam hati gue sedikit lega karena akhirnya gue bisa semakin dekat dengan rumah. Makin lama di jalan, makin cape badan gue dan makin menipis kantong gue hahahah. At least di singapore nanti gue lebih familiar sama lingkungannya dan gue ga punya jadwal ketat jadi bisa istirahat sepuasnya gratis di rumah tante.

SINGAPORE

Daaan benar saja, nyampe Singapore kegiatan utama gue adalah beristirahat. Sebenarnya gue pengeen banget liat tempat yang jauh jauh di Singapore, kayak kebun binatang atau kebun burung (ini kog terjemahannya lucu ya). Atau night safari, atau garden garden apa deh gitu. Pengennya bukan ke mall dan pengen jalan-jalan aja.

Tapiiii apa daya ibu juga sudah lelah dan matahari singapura sangat sangatlah panas, sehingga mood gue semuanya keserep lagi di bantal. Alhasil inilah yang gue lakukan dalam hampir sepekan di singapura..

Day one – 2 Oct

Siang hari ke Novena (Velocity Mall) untuk nyari perlengkapan olahraga babeh, habis itu ke Chinatown buat mampir ke TinTin Shop, kemudian makan malam di Orchard. Selesai.

Day two – 3 Oct

Bangun pagi niatnya mau ke Zoo! Yeaaay zoo!! Tapi kog perut ga enak ya….. kog sakit ya…. kog agak-agaknya butuh minum obat dan tidur lagi yaa…….. dan akhirnya batal ke zoo. Siang hari kami ke IKEA. Keluar keluar udah maghrib.

mama high di IKEA

mama high di IKEA

Day three – 4 Oct

Lagi-lagi pengeen ke Zoo! Udah nanya nanya orang gimana caranya, udah menetapkan hari mau ke sana karena kemarinnya gagal, tapi begitu liat ke luar kog panas ya… kog malas ya… kog udah udah keburu siang ya….  daan akhirnya keluar rumah cuma buat ke Mustafa nyari tas ransel titipan kakak.

Day four – 5 Oct

Again, hasrat hati ingin sekali ke Zoo, tapi yah… yah… manusia berencana Tuhan berkehendak. Kami ke Gardens by the Bay, lalu malamnya mejeng di Marina Bay Sands. Gue sudah merelakan kebun binatang untuk dikunjungi lain kali. Lagipula Cileungsi sama Cisarua kayaknya udah deket…… :3

Day five – 6 Oct

Pagi-pagi ke gereja di….. oke lupa. Gerejanya Stephen Tong itu di mana? Hahah pokonya habis dari sana lalu makan makanan Indonesia di Lucky Plaza Orchard, kemudian kembali pulang dan siap siap terbang.

Yeay terbang! Packing untuk terakhir kalinya, check in untuk terakhir kalinya, dan landing untuk terakhir kalinya!

Maka dengan demikian selesailah sudah perjalanan pulang gue yang panjangnya luar biasa..

prosesi penjemputan oleh orang sekampung

I’m home!

Tagged: , , , ,

§ 3 Responses to Long Way Home (Part 2 – Welcome to Southeast Asia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Long Way Home (Part 2 – Welcome to Southeast Asia) at Eavesdrop on Me.

meta

%d bloggers like this: