Mama dan Belalang

October 12, 2013 § Leave a comment

Alkisah di sore yang damai..

Tiba tiba kucing keluarga kami sibuk mengejar belalang yang nyasar ke ruang tamu. Lalu ibu pun berteriak teriak menyuru anaknya melakukan sesuatu terhadap kucing tersebut supaya pembunuhan terhadap sang belalang dapat terhentikan.

Namun apa daya sang anak sangat sangat takut melihat belalang, jadi dia pun hanya diam di tempat dan berteriak, “Ya mau gimana mama, sali juga takut belalang!!” Alhasil dengan muka luar biasa sedih sang ibu berkata, “Aaaahh kasian belalangnya, mati dia sali mati diaaaa… ” seraya melempar bantal ke arah kucing kami yang lagi asyik.

Bantal terpelanting, kucing kabur, belalang tergeletak mati. Sang ibu mengambil kertas lalu memindahkan belalang ke luar rumah dengan hati hati..

Kalo bisa dikubur mungkin dikubur kali yak itu belalang sama emak gue…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mama dan Belalang at Eavesdrop on Me.

meta

%d bloggers like this: