Aku Gigi, Mulut Rumahku. Agar Kau Tidak Bokek, Aku Harus Disikat!! Setiap Hari..

May 1, 2013 § 2 Comments

Setelah minggu lalu gue rutin bertandang ke dokter kulit alias dokter muka, hari ini gue bermain ke dokter gigi. Alasannya simple sih, karena gue mau bersihin karang gigi dan ada klinik dokter gigi baru buka di deket rumah. Bersihin karang gigi yang biasanya bisa 80ribu won (yess, sinting mahalnya) jadi diturunin sampe 10ribu won. Ahahaha emang otak murahan, liat promosi gue langsung nyoba.

Sebenernya gue udah lamaaa banget nggak ke dokter gigi, dan gue tau gigi gue itu bukan tipikal yang gak disikat pun sehat. Udah sejak kecil gue langganan ke dokter gigi. Dan ntah kenapa walaupun gue ga suka makan permen atau coklat pas kecil, gigi gue yang bolong buanyuaaak buanget. Oke mulai terdengar jiji sih tapi emang demikian adanya T.T

Jadi pas tadi gue pasrah di bangku dokter gigi, seperti dugaan gue, mbaknya komentar agak panjang lebar sehabis bersihin karang gigi. Dia bilang gigi gue bermasalah di bagian A, harus dirawat dengan cara B, terus bisa menyebar ke C, dan berujung di D. Demi menjaga nama baik diri sendiri gue ga pengen membeberkan apa saja masalah gigi gue, tapi yang pasti masalahnya banyak.

Kemudian datanglah pak Dokter atau mereka sebut 원장님. Pak Dokter ramah dan baik hati, tapi dia sangat sangat prihatin pas tau masalah gigi gue banyak padahal umur gue masih…. muda hehehe. Akhirnya dia suru gue X-ray, biar dia jelasinnya lebih asyik, dan gue langsung dikasi liat mana-mana aja sumber penyakit di mulut gue itu. Daan setelah dibuat pusing sama istilah kedokteran gigi dalam bahasa Korea, akhirnya gue dibantuin bikin “plan” untuk merawat gigi gue, lengkap dengan harganya.

Mula mula mereka tanya ke gue, gue mau benerin yang mana. Gue bilang “oh ofkors kalo bisa gue mau beresin semuanya!” Gue juga mau sehat lah, ini kan penyakit, bukan demi kecantikan aja. Terus habis itu mbaknya ngangguk ngangguk, tapi lalu bilang pelan pelan supaya gue re-consider apakah gue mau rawat semuanya atau bertahap. Gue tanya, “emang kenape si mbak?” Mbaknya jawab, ‘ini mahal dek‘. Gue kekeuh, “emang berapa sih mbak?” Mbaknya sambil meringis bilang, ‘yang bagian ini, sekali beresin 100ribu won. karena dedek bermasalah di 4 bagian, bisa kena 400ribu won.’ Gue mulai diam. Mbaknya lanjut lagi, “Nah untuk yang bagian itu, satu gigi minimal 300ribu won, tapi belum termasuk terapi anunya. Berhubung si adek Sali bermasalahnya di tiga gigi, yaa… kira kira minimal keluar 1juta won...”

Okeh di titik itu gue antara pengen nangis dan malu…. Si mbak masih dengan ceria bilang bahwa biaya ini termasuk sangat murah, dibandingin klinik lain karena mereka baru buka. Jadi semua harga masih termasuk “miring”. Gue percaya sih, karena sejujurnya gue sempet liat liat iklan dokter gigi di tempat lain dan harganya 2 kali lipat dari yang ditawarkan si mbak tadi. Apalagi untuk klinik macemnya di Apgujeong dan Kangnam… bisa 3 kali lipat lebih mahal.

Jadi akhirnya gue memutuskan untuk melakukan tahap pertama untuk perawatan gigi gigi gue.. dan melanjutkannya sampai tahap kedua saja. Sisanya.. gue masih minta second opinion dari tim dokter pribadi di Jakarta sana, siapa tau dia punya temen tukang benerin gigi biar gue ga perlu bayar 1juta won atau hampir 10 juta rupiah itu.

Cuma satu yang pasti sih, pas gue bilang ke ayahanda soal gigi gue yang banyak bermasalah itu, bokap gue dengan sangat suportif menghibur, “Tenang aja sali, itu bukan sepenuhnya salah kamu. Papa rasa itu turunan papa dan mama, makanya dari kecil gigi kamu juga selalu bermasalah.

Sekarang setelah gue pikir pikir lagi… iya sih, bokap gue teratur sikat gigi tapi siklus munculnya karang gigi beliau super cepet, jadi harus rajin ke dokter gigi. Nyokap gue, sikat gigi rajinnyaaa bukan main tapi sejak muda dia juga langganan  ke dokter gigi. Kakak gue termasuk hoki, dia dapet gen bagus. Giginya rata nggak perlu dibehel, dan gue ga inget dia pernah ditambal. Sementara gue? Gigi gue ukurannya jumbo seperti bokap tapi rahang gue mungil seperti nyokap, sehingga dari kelas 6 SD gigi gue dikawatin. Gara-gara itu juga 4 buah gigi gue dicabut paksa sebelum dibehelin (untuk memberi space buat para gigi jumbo), dan pas behelnya selesai kira kira kelas 2 SMA ternyata gigi geraham tambahan yang disebut wisdom teeth  itu malah sudah muncul dengan sempurna!! Luar biasa cepat pertumbuhannya dibandingkan manusia-manusia pada umumnya. Sayangnya gigi-gigi tersebut ternyata tidak ada bijak-bijaknya sama sekali, karena diketahui bahwa mereka tumbuh miring. Sialnya yang miring itu bukan cuma satu pula, melainkan empat-empatnya. Hal itu membuat gue harus operasi 4 gigi lagi di kelas 2 SMA, dan membuat total jumlah gigi permanen yang telah dibuang paksa dari mulut gue adalah 8 buah saja.

Hmmm sekarang gue jadi kepikiran kalo gue punya anak nanti gimana nasibnya.. jujur agak kasian sih kalo dia nurunin semua gen jelek dari gue… tapi gimana dong, kan katanya you don’t choose your family? Fuhahahah nak… gotcha!! (calon ibu gagal)

Tagged: ,

§ 2 Responses to Aku Gigi, Mulut Rumahku. Agar Kau Tidak Bokek, Aku Harus Disikat!! Setiap Hari..

  • havban says:

    well… gua malah suka sama cewe2 yang gingsul.. lucu2 n imut gitu sih..😛

    gigi gua juga dapet gen jelek nih.. banyak bolongnya and kuning, adek gua bagus putih bersih, tapi dia gingsul.

    kalo soal harga betulin gigi.. um.. kayaknya mahal banget yak… :S
    di indo gak sampe segitu deh… cuma beberapa ratus ribu rp aja per gigi… kemaren bersihin karang gigi abis 250 ribu atas bawah di indo.. jadi curiga kayaknya ini taktik pemasaran dari klinik itu, awalnya murah.. lama2 jadi jualan program perawatan😛

    • cutesalmon says:

      fuhahah iya di sini dokter gigi udah setaraf sama benerin muka dan operasi plastik, maklum korea untuk masalah kecantikan semuanya tersedia tapi nggak murah. ahh untunglah bersihin karang gigi 250 ribu di indo!! jadi tadi gue kena 10ribu won masih bisa dianggap wajar! ahahah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Aku Gigi, Mulut Rumahku. Agar Kau Tidak Bokek, Aku Harus Disikat!! Setiap Hari.. at Eavesdrop on Me.

meta

%d bloggers like this: