Farewell yang kesekian di tahun ini..

July 22, 2012 § Leave a comment

Selamat pagi dunia. Hari ini hari minggu dan saya sudah duduk manis di depan komputer, sudah mandi sudah wangi, dan sudah makan pagi dengan menu full course berupa ikan goreng, nasi putih, dan 김치찌개. Sebuah fenomena yang agak langka terjadi sih menurut saya. Biasanya di hari libur seperti ini saya masih di alam mimpi. Dan ofkors, gak sarapan. Tapi memang hari ini bukan hari biasa.. Hari ini seorang teman saya satu lagi pergi meninggalkan Korea, membuat saya sekali lagi bertanya pada diri sendiri, “Kapan giliran sayaaa?”

Kalau rajin baca blog curhatan hati dan keluh kesah saya ini, mungkin kalian sadar bahwa di kantor tempat saya bekerja ini orang Indonesianya ada dua, saya dan seorang manusia bernama sidarta. Kami sama-sama datang dari indonesia tahun 2008, sama sama berkuliah di Busan, dan sama-sama masuk kantor biadab ini di awal tahun 2012. Terdengar seperti punya banyak kesamaan, tapi sebenarnya kami tidak dekat, awalnya kami tidak saling curhat satu sama lain, dan kami dulunya tidak main bersama.

Namun walaupun kami bisa dibilang nyaris tidak mengenal satu sama lain, semua orang terus bilang, “Sal lo tuh beruntung, at least di kantor lo masih ada orang indonya. masih bisa ngomong bahasa indo,  masih ada temennya.”

Dan yah saya akui.. saya beruntung. Senyebelin nyebelinnya kantor saya, senyebelin nyebelinnya orang orang di kantor saya, at least ada satu orang yang gak senyebelin mereka semua. Dan karena jarak rumah dia dekat dengan rumah saya, jadi saya tau apapun yang terjadi, amit amit tiba tiba saya sakit ato rumah saya kesamber petir, masih ada teman yang bisa saya telepon sewaktu-waktu di tengah kehidupan seoul yang kejam ini.

Hanya saja.. yah.. memang hidup gak pernah berjalan sesuai rencana manusia. Saya dan teman saya itu awalnya punya cita-cita untuk bertahan di korea selama dua tahun. Lalu mulai bekerja, kami sadar bahwa dua tahun itu terlalu lama, akhirnya kami pun memotongnya jadi satu tahun. Lewat lagi beberapa bulan, teman saya mulai kehilangan akal sehatnya. Dia bilang dia menargetkan dirinya sendiri sampai bulan september tahun ini. Saya mulai khawatir.. setengah memohon saya berkata,Plis jangan pernah tinggalin gue di kantor sampah ini… kalo mau resign plis ajak gue.”

Namun nasib berkata lain. Entah kebetulan entah tidak, atasannya sidarta jauh lebih gak berperikemanusiaan daripada atasan saya. Dan ini memicu beliau untuk mengambil langkah drastis, yakni untuk resign sekitar tiga minggu lalu. Saya masih ingat kejadiannya, ketika itu jumat malam, kami hendak makan malam bersama damar dan melinda teman teman kami yang lain, dan ketika itu hujan derassss. Dengan raut muka yang udah gak ketulungan jeleknya, teman saya minta maaf sama saya. Minta maaf bahwa dia gak bisa nepatin janjinya, minta maaf karena senin minggu depan dia akan menghadap untuk mengundurkan diri. Saya masih tenang.. saya yakin kantor kami gak akan semudah itu melepaskan sidarta pergi.. maksudnya… come on, 외국인 yang bisa bahasa korea dan mau kerja di situ emang banyak? Jadi dengan percaya diri saya tenangkan diri saya dan bilang sama dia, “Iya iya apakata lo aja deh ta.. liat aja, senin lo gak bakal dikasi resign..”

Tebakan saya salah besar. Hari senin datang, dan ketika kami akhirnya sempet ketemuan setelah jam kantor, dia mulai mereview kegiatan dia seharian itu. Bilang mau resign sama seniornya, pamit sama tante ini, pamit sama obche itu, pamit sama si bagian HRD, lagi ngerokok tiba tiba ketemu sama oom ini dan pamit juga, dan segudang kegiatan ‘siap siap pulang’ lainnya. Saya mulai panik. Pengen bilang TA JANGAN PERGI… tapi bener deh… kalo inget lagi muka sidarta jumat itu pas dia minta maaf dan bilang mau resign,, ditambah dengan bumbu bumbu curhatan dia selama ini… rasanya saya gak tega gak ngebiarin dia pergi.

Jadi setelah 3 minggu resign dan leha-leha di Korea, akhirnya kemarin kami “mengirimkan” dia secara resmi dengan memesan semur ayam alias 찜닭 lalu ditutup dengan foto bersama. Kebetulan sekali personil seoulers yang cowo-cowo gak ada yang bisa datang kemarin, jadilah foto memorial kami temanya sidarta and the angels huheheheh.

Sekarang semua orang mulai mengkhawatirkan saya, hahaha bolak balik orang orang nanya, “Sal gimana tuh sidarta udah ga ada, lo gak niat resign juga kan?” Jujur saya niat. Kapan aja saya mau resign. Bahkan mama kemarin nanya di telepon, apa saya juga ada niat menyusul sidarta dalam waktu dekat. Tapi yah.. sedikit lagi lah untuk saya. Saya merasa Tuhan belum selesai menempa saya di sini.. masih banyak duka dan duka yang harus saya alami (kalau suka nya udah sering soalnya haha). Jadi sampai saat itu.. nantikan saja tanggal mainnya.

ps: three down, more to go.. uhuk.

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Farewell yang kesekian di tahun ini.. at Eavesdrop on Me.

meta

%d bloggers like this: