Poussy in memoriam..

March 31, 2012 § 1 Comment

warning: postingan ini agak panjang, dan penuh gambar kucing

 

 

Entah udah keberapa kalinya saya nulis tentang Poussy, either itu dalam sebuah notes panjang di fb seperti ini atau sepotong sepotong di postingan blog yang lain, tapi yang pasti saya gak pernah nyangka akhirnya harus nulis kayak gini…

Hiksss…. kemarin mama email dan ngewall ngasi tau bahwa Poussy udah gak ada. Huhuhuhu malam yang panjang pun menjadi semakin panjang. Akhir-akhir ini rasanya saya bener-bener punya segudang alasan buat jadi cengeng.

Mungkin orang lain ga bakal ngerti kenapa seekor kucing aja bisa segitu berharganya buat keluarga kami. Tapi ya ga bisa disalahin, siapa juga yang nyangka kucing mungil bulat yang pernah saya temui ketika saya masih ngompol di celana duluuu banget, ternyata hidup penuh cinta dan mewarnai hidup keluarga kami selama 20 tahun? Dua puluh tahun. Dua puluh tahun manusia… dia bahkan lebih tua dari adik adik kelas saya di bangku kuliah sekarang.

Perhitungan mengenai umur kucing pernah saya bahas di postingan saya tentang kucing kesayangan kami lainnya, Noel, di sini. Satu tahun bagi kucing sama dengan 7 tahun. Jadi kalau kucing umurnya adalah 1 tahun, berarti sama kayak seorang manusia yang udah berumur 7 tahun. Sekarang mari hitung.. Poussy umurnya 20 tahun… berarti sama kayak seorang nenek yang hidup selama 140 tahun.. Isn’t she a miracle?

Dan ofkors hidupnya gak cuma makan-tidur-nyakar seperti kucing-kucing nyebelin di TV. Saya suka prihatin kalau ada orang bilang kucing itu manja. Belum pernah ketemu aja dia sama Poussy… Dia tokoh terpenting dalam kehidupan remaja saya. Hahaha dangdut emang kedengarannya, tapi jaman SMP SMA saya memang gak terlalu banyak keluar rumah dan biasanya saya ngobrol sama Poussy.

Poussy selalu menemani saya ngapain aja. Dia selalu duduk di pangkuan saya kalau makan. Dia juga duduk di pangkuan saya ketika saya main komputer. Kalau lagi bikin PR, dia bisa duduk di paha saya ato gak tidur di atas buku pelajaran saya (somehow dia tau saya gak pengen liat buku buku terkutuk itu). Nonton TV ofkors selalu bareng.. kalo ga tidur di pangkuan saya, dia biasanya yaa tidur di sofa samping saya. Kami hampir selalu tidur bareng, yang mana selalu ditentang Papa saya karena katanya kucing banyak virusnya, tapi ya tentu saya gak pernah dengardengaran sama Papa. Hebatnya, Poussy selalu bangunin saya jam 5 pagi. Dia kalau udah jam 5 pagi pengen keluar kamar, jadi dia selalu meong meong dengan suaranya yang serak sampe saya bangun dari kasur dan sadar bahwa itu udah pagi. Alarm alami saya.

Itu baru pengalaman Poussy dengan saya.. belum dengan Passah, Mama, dan Bujing Tatap. Saya yakin masing-masing dari mereka juga menyimpan cerita sendiri dengan Poussy… ah….

Dulu sebelum pergi ke Korea saya janji sama Poussy, minta dia bertahan sampe saya lulus kuliah dan balik lagi ke Jakarta supaya kita bisa main lagi.

Saya bneran janji gitu, saya datengin dia dan ajak dia ngobrol. Tiap kali pulang ke Jakarta pun saya selalu mampir ke kandangnya (dia dikandangin beberapa tahun belakangan karena sudah buta dan tuli) dan berterima kasih sama dia karena dia selalu nungguin kepulangan saya. Dia selalu tampak senang ketemu saya.. kata bujing sih dia bisa mencium bau saya.

Jadi walaupun ga bisa lihat dan ga bisa denger dia selalu bereaksi. Dan sepupu saya juga selalu bilang meong meongnya beda kalau saya pulang, terdengar lebih semangat..

Ouch.. sedih sekali kawan. Di saat belakangan ini saya selalu nge-joke tentang betapa saya gak mau kawin kalo udah besar dan mau pelihara kucing aja, tiba-tiba saya dapet kabar gak enak kaya gini. Dan melihat foto terakhirnya yang dikirim oleh sepupu saya, rasanya sediih banget… dia begitu kurus dan gak keliatan seperti Poussy yang saya kenal :”((

Tapi yah, seperti yang bujing saya bilang.. Let’s remember her as she was when young: full of life and love. 

You came to my life small and frail, but awesomely cute. You grew even more awesome and over your more than twenty years of life we’ve been through so much together – between pain, happiness and glories, not to mention new experiences and terrible losses…. Pus, go there with joy and peace… Your twenty years with us have left so many marks that we’ll cherish and remember…. We will fondly remember your sweet face, your shiny black hair, and your joyful demeanor. I feel like some of my past is taken away with your passing, sweetie… Go with peace…go to the light.. See you in Heaven… yours, or mine, or ours…. Love you, Pus… 

 

 

§ One Response to Poussy in memoriam..

  • […] Untuk yang gak kenal Noel, bisa baca postingan saya yang panjangnya agak gak wajar di sini. Dan untuk yang ga ngerti kenapa judul ini berbunyi “Giliran Noel”, memberi kesan bahwa sebelum Noel ada juga sosok yang udah pergi duluan, silakan simak tulisan super sedih saya di sini. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Poussy in memoriam.. at Eavesdrop on Me.

meta

%d bloggers like this: