Mendadak Pulang

July 24, 2011 § 2 Comments

Untuk ketiga kalinya saya pulang ke Indonesia. Setelah perjuangan yang cukup panjang menjelang summer, akhirnya saya sukses memesan tiket dan terbang pulang ke rumah. Saya masih bisa inget sekitar dua bulan lalu saya sakit-sakitan, lalu ngebujuk mama papa minta dipulangin, sampe akhirnya saya udah sembuh dan sibuk sama interview sama sini sementara mama papa di rumah yang gantian memaksa saya pulang. Akhirnya dengan modal nekat tanpa pemikiran yang terlalu panjang, kira kira minggu lalu saya beli tiket dan 2 hari berikutnya pulang.

Senang sekali rasanya bisa pulang. Kembali tidur di rumah.. kembali dimasakin sama mbak (setelah beberapa saat sibuk memasak sendiri di rumah homestay).. kembali disupirin passah dan papa (kalau mereka emang lagi ga sibuk).. dan sibuk bikin janji sana sini (tapi belum ada yang ditepati juga, karena rasanya super malas keluar rumah). Tapi gak bisa saya pungkiri kepulangan kali ini rasanya agak.. sepi juga. Temen-temen di Korea ga ada yang pulang, sementara temen-temen SMA semuanya sibuk kerja. Dan setiap kali saya ketemu temen atau sanak saudara, mereka dengan kaget bilang, “eh Sali pulang? loh, udah lulus ya?” yang mana cuma bisa gue balas dengan senyuman manis dan mengatakan bahwa sayasaya masih punya sisa satu semester lagi sampai lulus tahun depan. (Tapi untuk pertanyaan kali ini saya dihibur oleh teman dari Korea sih, yang mengatakan kasus saya itu jauh lebih beruntung daripada dirinya yang selalu ditanya, ‘Kapan kawin?’)

Lalu apakah yang sudah saya lakukan dan akan saya lakukan di liburan saya kali ini?

Yang sudah saya lakukan sih belum banyak, di minggu pertama kepulangan saya ini saya sangat malas keluar rumah. Pertama karena matahari Jakarta gak santai banget panasnya, dan saya agak kurang rela pake hot pants keliling kota dan diliatin mas mas di jalanan, jadi saya milih ngadem di rumah (yang mana sebenernya rumah saya ga adem adem juga, tapi kl emang kepepet bisa lah guling gulingan di ubin).

Alasan kedua adalah karena macetnya Jakarta benar-benar ga  bisa dimaafkan lagi. Sempet kemarin kepikiran apa saya 2 bulan tinggal di Menado aja ya.. kayaknya lumayan bisa ke pantai tiap hari dan ga perlu macet-macetan. Mungkin saya juga bisa belajar naik motor di sana, atau melancarkan naik sepeda saya yang dari dulu ga pernah lancar-lancar amat. Ide baik kan? Sayang kayanya mama masih kangen sama putrinya yang manis ini jadi mungkin ide pindah ke menado bisa ditunda sampai kapan-kapan. Dan untuk sementara ya terpaksa saya mendekam di Jakarta. Btw sekilas tentang lalu lintas Jakarta, di daerah Casablanca lagi ada pembangunan sesuatu, entah flyover entah terowongan entah apapun itu, pokonya daerah situ sangat sangat macet 24 jam setiap harinya. Sayangnya ibu dan kakak saya lupa menginfokan itu, jadi kemarin dengan percaya diri saya ambil rute pulang melewati casablanca yang berakhir dengan kaki saya sakit dan rasanya pengen nangis kena macet terus😦 Info satu lagi, truk gandeng dan teman-temannya kini tidak bisa seenaknya lewat di tol dalam kota. Mereka boleh lewat pada jam-jam tertentu saja, (jam malam gitu kalau ga salah) dengan tujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jam pulang kantor, namun malah berakibat tol dalam kota teteeepp aja macet pas malem nya. Mau nangis tiap kali liat macet.

Sementara itu hal yang akan saya lakukan di liburan kali ini adalah ke PANTAI. Emang miris, di Busan saya tinggal di pinggir pantai, eeh bukannya dimanfaatkan malah kabur ke Indonesia. Tapi ya apaboleh buat, pantai di Busan gitu gitu ajaa T___T  semua orang udah mulai menyarankan saya mantai ke Ancol, yang mana cuma bikin saya memasang tampang swt, sementara ibunda mengajak ke Natuna. Buat yang belum tau di mana itu Kepulauan Natuna berada, silakan cek  di peta antara singapura dan kalimantan, ada sebuah kepulauan yang agak menyerempet ke arah laut cina selatan sana. Dan dengan logika saya yang masih sedikit berjalan, saya pun bertanya pada ibu, “Emang pantai di Natuna bisa dimasukin airnya? Bukannya ombaknya gede ya?” lantas ibu pun menjawab, “Oh ya enggak, kamu ke sana liat air aja, main airnya ya di kolam…” lagi lagi tampang swt saya pun keluar.

Selain pantai, saya juga sudah rindu sekali sama toko buku. Sudah saatnya kembali membeli novel roman picisan yang bisa bikin imajinasi saya meliar di siang bolong, namun lagi-lagi ngebayangin saya harus menembus macetnya jakarta demi ke toko buku rasanya bikin saya pengen melototin facebook aja daripada baca novel. Atau mungkin mulai membaca majalah kedokteran ayah saya jaman dia masih kuliah dulu, kemarin baru sadar ada banyak tumpukan majalah tua di belakang rumah.. hmm mungkin besok bisa dilirik.

Sekian dulu tentang update kehidupan saya terakhir di ibukota. Bisa dibilang liburan musim panas saya kali ini sangat tidak terduga. Yang tadinya mau daftar internship, lalu jalan-jalan ke HongKong, ikut training di sekolah, sampe daftar kerja di Lotte,, semuanyaa gagal total dan berakhir dengan liburan tenang di rumah.

Yep.. saya harap ini memang yang terbaik. Keluarga saya sih tampak senang melihat saya pulang, apalagi sang ibu karena supir dan teman bermainnya telah kembali. Jadi yah.. mari kita isi liburan ini dengan senyum dan semangat. Selamat hari minggu semuanya!

Tagged: ,

§ 2 Responses to Mendadak Pulang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mendadak Pulang at Eavesdrop on Me.

meta

%d bloggers like this: