Berperang Melawan Cacar Air – 수두와 전쟁

February 18, 2011 § 3 Comments

Sesuai judul dan menanggapi postingan saya yang sebelumnya tentang Chicken Pox… saat ini keadaan saya sedang di ambang kesakitan. Antibodi saya lagi diuji, badan saya dipaksa menerima asupan gizi lebih banyak dari biasanya. Mengapa demikian? Pelakunya adalah anak ini.

Namanya WonGyun Lim, merupakan anak paling kecil dari keluarga Oom Lim, yaitu keluarga tempat saya homestay saat ini. Istilah kerennya homestay, istilah kasarnya numpang. Hehe. Jadi selama liburan musim dingin ini sebelum saya masuk kembali ke asrama, saya ‘dipungut’ oleh keluarga Oom Lim dan diperbolehkan tinggal bersama mereka sampai sekolah mulai bulan Maret nanti. Nah. Kehidupan saya di rumah ini sangat menyenangkan, makan terjamin, tempat tidur tersedia, TV boleh dinyalakan kapan saja, internet pun oke (walaupun kalau yang satu ini saya tetap harus tau diri makenya). Liburan saya pun terasa tidak terlalu buruk, dan saya sedikit merasa lebih sehat dan bugar dari sebelumnya, karena kerjaan saya tiap hari adalah makan dan tidur.

Namun sayangnya masa masa ‘sehat’ saya memasuki kondisi kritis terhitung mulai hari ini.

Hari ini, Wongyun dinyatakan menderita sakit cacar air. Badannya panas, totol totol, mulai menggaruk, dan tadi sempat muntah juga (gak tau apa hubungannya muntah dengan cacar air, tapi yaudalah). Satu keluarga menaruh perhatian yang sangat besar padanya, dan berusaha mengajak dia ngobrol, menemani dia makan, dan lain lain. Satu keluarga kasihan sama Wongyun, sementara saya kasihan sama diri saya sendiri. Iya, betul. Saya belum pernah kena cacar air.

Umur saya hampir 22 tahun, dan saya belum pernah diserang penyakit itu. Konon kata mama ketika saya TK dulu saya pernah didekatkan dan ditempelkan pada penderita cacar air dengan tujuan supaya biar sakitnya pas kecil aja, pas gedenya ga perlu sakit lagi, namun sayangnya ketika TK dulu badan saya luar biasa sehat sehingga virus virus itu ga mempan masuk badan saya. Dan begitulah.. saya tumbuh besar tanpa pernah kena cacar air. Saya pun tidak terlalu khawatir dengan penyakit itu.

Sampai hari ini. Sampai saat di mana saya sadar badan saya (kayanya) tidak sesehat dulu, dan sumber penyakitnya berkeliaran di sekeliling saya, tinggal di rumah yang sama dengan saya, dan berjarak hanya beberapa meter dari saya.

Oke. Jadi sekian sekilas info tentang cacar air dan saya dan peperangan yang kami alami. Saya sungguh berharap tidak ketularan, karena saya ga mau sakit di Korea T__T

Jadi bagi kalian yang membaca postingan ini, tolong doakan saya ya. Hahaha. Saya butuh vitamin, dan,, doa. Semoga Sali tidak terjangkit cacar AMIN!

Tagged: , , ,

§ 3 Responses to Berperang Melawan Cacar Air – 수두와 전쟁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Berperang Melawan Cacar Air – 수두와 전쟁 at Eavesdrop on Me.

meta

%d bloggers like this: