Tragedi Website

November 4, 2010 § 2 Comments

Seinget saya dulu saya pertama kali belajar HTML pas masih SMP.. diajarin bikin website pake notepad dan segala macemnya. Masuk SMA.. kerenan dikit, disuru bikin website pake Dreamweaver. Lanjut ke bangku kuliah tahun pertama, HTML nya udah dimodifikasi sama PHP dan kawan kawannya jadi bisa ditambahin tabel dan pake login-loginan. Naik kelas ke tahun kedua, belajar pake Javascript dan membuat websitenya jadi cantik dikit. Sekarang.. di tahun ketiga… kami dapet project bikin web yang bener bener jadi total.. bisa diakses dari mana aja, dan lengkap dengan tambahan Board, Photo Gallery, plus dipercantik oleh Flash dan Photoshop.

Dan project inilah yang mewarnai pagi saya hari ini.

Bermula dari minggu ujian yang baru selesai minggu lalu, pak Guru yang agak gak peduli sama jadwal murid-murid menyuru kami menyelesaikan web ini dalam satu minggu. Buat saya yang sudah menyelesaikan 80 persen website saya (hasil gak tidur sama sekali minggu lalu, lihat efeknya di postingan ini) hal ini tidak terlalu sulit, karena tinggal dihubungkan dengan si Zeroboard sialan, semuanya beres! Namun tidak demikian halnya dengan kawan kawan terdekat saya: Minji, Minju, dan Oppa.  Demi menyelesaikan project ini, mereka lagi-lagi gak pulang ke rumah, stay di sekolah sampe pagi ini, dan cuma tidur di ruang kelas beberapa jam. Orang yang lihat mungkin bisa bilang mereka niat, tapi sayangnya pak Guru tidak berpikir demikian.

Setelah website masing-masing dipresentasikan di depan kelas, pak Guru langsung memberikan nilai saat itu juga dan nilainya dituliskan di depan kelas. Gak ada yang berhasil dapat 100, tapi yang merasa dirinya bagus boleh memohon-mohon dapet 95. Inilah yang dilakukan kawan saya Minju… hanya saja kurang berhasil…

Nilainya Minju lumayan jelek, padahal dia udah lengkap dengan flash dan board ini itu.. belum lagi dia sama sekali ga tidur sampe pagi.. dan dia memang punya sifat berusaha ingin mendapat nilai paling tinggi di kelas… Jadilah.. ketika Pak Guru menurunkan nilainya dari 95 jadi 90.. meledaklah tangisnya.

Agak kasian juga liatnya.. tapi saya bisa apa? Mau ngasi tisu pun ga bisa, karena saya bukan tipe perempuan yang nenteng tisu ke mana mana… Huhu..

Beginilah pagi hari saya yang cerah ini.. diramaikan dengan tragedi seorang kawan yang menangis😦

Tagged:

§ 2 Responses to Tragedi Website

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tragedi Website at Eavesdrop on Me.

meta

%d bloggers like this: