menonton Fiksi

October 8, 2008 § Leave a comment

di malam hari yang agak dingin, seorang Sali dan seorang Kuna pergi memanfaatkan sisa waktu dan sisa tenaga dan sisa uang yang ada untuk menonton film berjudul “Fiksi” yang ditayangkan dalam festival film internasional di kota kami. setelah menyaksikan film dengan jalan cerita dan ide yang brilian, kami pun puas dan semangat ketika sesi tanya jawab dengan sutradaranya usai dan diganti dengan sesi tanda tangan.

di tengah ributnya orang berucap dalam bahasa korea, saya nyosor dan menyodorkan buku acara plus spidol merah,

‘ini mbak, silakan…’

“wah…” sambil menatap saya, “kuliah di sini ya?”

‘hehe iya… sukses terus ya Mbak..’

“iya,makasih ya..”

dan kami pun keluar dari studio 5 itu. berjalan dengan riang gembira, senyum lebar terpampang di bibir, dan langkah pun terasa ringan. namun tiba-tiba,

‘wait Kun….. kayanya….. tiket gue 2 biji ilang deh.. arrrghh mana nih mana nih??’

“yaampun Sal, jangan bilang tadi tiket yang jatoh di deket layar itu punya lo…’

‘ha?’

“iya gue liat ada tiket jatoh 2 lembar di deket orang-orang situ…. mana gue tau itu punya lo..”

‘HUAAA AYO AMBIL LAGI!’

maka saya pun berjalan super cepat (dan menurut Kuna itu suda termasuk dalam kategori lari) ke arah studio lagi. di otak saya cuma satu, tiket tiket tiket! saya ga rela dua tiket film yang uda saya tonton minggu lalu ilang begitu saja. lumayan buat dipamerin ke anak cucu.

penuh semangat dan penuh energi, saya buru-buru masuk lagi ke studio. namun sayang, saking semangatnya, prosesi masuk saya diiringi dengan bunyi GRUDUK BUK BUK BUK ditambah teriakan Kuna, “OH MAI GOTT SALIII!!!!”

lalu hal berikutnya yang saya ingat adalah saya yang ketika itu sedang berjalan cepat mendadak diberi percepatan lebih lagi sehingga bisa dibilang saya benar-benar berlari, sebagai bentuk dari usaha menyeimbangkan kembali kedua kaki saya yang tersandung karpet studio di pintu masuk. DAMN!

oh. ada lagi hal berikutnya yang saya ingat!!

semua mata memandang ke arah saya, termasuk mata si mbak Mouly Suryanya plus beberapa staff plus segerombolan orang Korea yang masi ngantri minta tanda tangan.

astaga. saya benar-benar dipermalukan. sambil tergesa-gesa saya pun memungut 2 tiket saya yang terjatuh tadi dan berusaha menutupi muka saya dengan cara menunduk dan hanya berani menatap lantai studio. saya tau usaha saya itu sia-sia, tapi apa lagi yang bisa saya perbuat selain itu?

>.< maluu.

Oct 8, 2008 11:41 AM

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading menonton Fiksi at Eavesdrop on Me.

meta

%d bloggers like this: