dimarahin Pak Dokter

September 17, 2008 § Leave a comment

“SALI! sakit sekali sih??? mustinya ga minum ponstan. minum kwak tu Papaverin!!!

‘lah sali mana bawa obatnya ke mana mana… lagian pas kejadian sali ga di kamar. sali jauh banget dari kamar. mau pulang aja ga bisa, nyaris harus digendong temen sali..’

Maar sali kan bisa rasa toh, kalo so saki saki sadiki hajar jo tu Papaverin. jangan kwak tu PONSTAN!!!”

suara di seberang sana semakin memanjang dan mengeras.

“… lain kali jangan minum Ponstan!”

saya diam.

“Denger ya, jadi malam ini minum Papaverin, besok juga. 2 kali 1.”

saya masih diam. saya kesal.

saya merasa rasa sakit saya suda basi. tadi siang saya kesakitan. saya minum obat, dan manjur. sekarang saya merasa super sehat. kenapa musti berisik sih??

“Sal? sali di mana sekarang?”

‘ya di kamarlah, ini uda jam 9 lewat di sini!’ (saya selalu pakai akhiran -lah kalau suda kesal)

“Oo… iyo kang.”

klik. sambungan dimatikan.

tanpa sadar air mata saya sedikit mengalir. saya benci dimarahi, dan saya benci sakit. tapi saya lebih benci lagi fakta bahwa saya jauh dari mereka yang memarahi saya ketika sakit. karena saya tau mereka marah untuk kebaikan saya.

fiuhh. at least one lesson learned: jangan pernah lagi minum Ponstan. atau kalaupun mau minum Ponstan, JANGAN BILANG SAMA MAMA. apalagi papa >.<

Sep 17, 2008 11:51 AM

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading dimarahin Pak Dokter at Eavesdrop on Me.

meta

%d bloggers like this: