anak bodoh

July 29, 2008 § Leave a comment

saya ingin berbaring di tempat tidur keras dengan sprei tweety dan aroma kamar yang berbau seperti kapur barus serta dihiasi dinding putih yang mengalami gejala keretakan di beberapa sudut. tak lupa ditambah dengan bunyi putaran kipas angin yang sudah tua, tinggal menarik selimut dari kain perca dengan sekali hentakan tangan. habis itu tinggal menunggu sosok yang dirindukan itu membuka pintu krem besar dan melongokkan kepalanya seraya berkata,

“Belum tidur nak?”

pura-pura sudah bermimpi dengan asyik, saya tinggal berakting kaku diam tanpa suara dan membiarkannya melangkah ke arah tempat tidur, membetulkan bagian selimut yang agak terkuak di dekat kaki, melipat majalah yang terlempar hampir masuk ke bawah kolong tempat tidur, dan kembali keluar kamar sambil tak lupa menekan tombol lampu.

saya pun tertidur pulas.

Jul 29, 2008 2:53 PM

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading anak bodoh at Eavesdrop on Me.

meta

%d bloggers like this: