Belajar Menjadi Perempuan

June 7, 2016 § Leave a comment

Saya adalah perempuan yang beruntung. Saya sehat, saya berpendidikan, saya dibesarkan dalam keluarga yang takut akan Tuhan dan penuh kasih sayang, dan saya punya banyak panutan hidup. Salah satunya Oma.

Saya memang tidak pernah tinggal bersama Oma dalam waktu yang cukup lama, karena kami terpaut jarak. Saya lahir dan besar di Jakarta, sempat pindah ke Bandung dan Korea, sementara Oma menikmati hari-harinya di Manado. Tentunya sesekali Oma pesiar ke luar kota dan luar negeri, tapi tetap saja ujung-ujungnya Oma akan kembali ke “markasnya” di Manado. Meskipun demikian, Oma mengajarkan banyak hal kepada saya, terutama sebagai perempuan.

Pelajaran pertama: perempuan harus selalu waspada.

Belasan tahun lalu, saya masih kecil dan kami sekeluarga tinggal di Bandung. Suatu hari, saya bermain Play Station di rumah bersama abang saya dan teman-temannya. Saya asyik bercengkerama dengan mereka, tertawa riang gembira, tanpa menyadari saya satu-satunya anak perempuan di ruangan itu. Oma yang kebetulan sedang berlibur di rumah kami kemudian melihat hal itu dan memanggil saya keluar. “Sali! Jangan ketawa-ketiwi nempel sana-sini dengan laki-laki semua! Anak perempuan jangan mau ditepuk ditoyor begitu!” omel Oma.

Ketika itu saya diam saja. Saya tidak mengerti, dan dalam hati saya menggerutu dan bingung. Rasanya tadi saya cuma main PS? Apa yang salah dengan tertawa terbahak-bahak sana sini? Jangan-jangan saya dimarahi karena saya kalah main PS (seperti biasanya)?

Bertahun-tahun kemudian baru saya mengerti moral pertama dari adegan di atas, yakni bahwa perempuan tidak boleh membiarkan dirinya tanpa perlindungan. Bahkan ketika saya pikir semua aman, ketika saya pikir saya sedang bermain, bisa saja keadaan tidak seindah yang saya kira. Okesip. Terima kasih, Oma!

Pelajaran kedua: perempuan harus cerdas.

Sedikit informasi, hobi Oma adalah belajar. Dari zaman Indonesia masih dijajah, hingga Indonesia sudah merdeka, hingga Indonesia dijajah kembali oleh korupsi dan teman-temannya, Oma terus belajar. Oma pernah belajar di sekolah Jepang, sekolah Belanda, dan pernah dapat beasiswa ke Australia dan Amerika. Di usia 80-an Oma berhasil menamatkan sekolah S3 sehingga nama Oma sekarang menjadi luar biasa panjang dengan hiasan gelar aneka rupa.

Syukurnya, hobi belajar ini ditularkan kepada anak-anak dan cucu-cucu Oma, meskipun mungkin skalanya belum setinggi Oma. Oma memastikan kami semua bersekolah tinggi, dan Oma selalu menyediakan waktu untuk datang ke acara sekolah atau wisuda kami. Februari 2012, Oma berusia 82 tahun dan rela menembus kejamnya musim dingin di Korea Selatan demi menghadiri wisuda saya, cucu perempuan Oma satu-satunya. Betapa bangganya saya bisa mengenakan toga S1 dan resmi dinyatakan lulus dari program Computer Science, Kyungsung University, Busan, Korea Selatan dengan disaksikan oleh Oma. Pertanyaan pertama Oma begitu kami kembali ke hotel setelah seharian berjuang melawan dinginnya angin Busan adalah, “So, what’s next, Sali? Mo sekolah apa lagi ngana?”

Pertanyaan ini cukup unik dan fundamental. Buktinya, di tahun 2015 lalu ketika Oma sempat sakit dan mengalami penurunan daya ingat, pertanyaan Oma setiap kali melihat saya tetaplah satu, “Sali kapan wisuda?” Mungkin Oma lupa saya sudah lulus S1 dan bahkan dirinya pernah menghadiri wisuda saya. Namun saya sungguh bersyukur saya punya Oma yang ketika pikun otomatis pertanyaan yang dilontarkan adalah seputar sekolah, bukannya pertanyaan paling mainstream ‘kapan menikah’😀

Pelajaran nomor tiga: perempuan harus cantik.

Pernah dengar kabar burung yang mengatakan bahwa perempuan Manado itu cantik-cantik? Pernah dengan gosip perempuan Manado paling pintar bergaya? Well, itu gosip belaka sodara-sodarih!! Perempuan Manado cantik, pandai merias diri, suka menata rambut, gemar membeli baju, dan hobi mengoleksi sepatu baru. Ini bukan bicara tentang saya, karena saya akui saya hanya setengah Manadonya😀 Bukti nyatanya yahh Oma saya sendiri!

Saya kenal Oma sejak Oma sudah menjadi…. seorang Oma. Saya tidak pernah melihat langsung Oma ketika masih gadis rupanya seperti apa. Saya hanya berkesempatan melihat sosok Oma ketika muda lewat foto. Namun, bahkan di usia lanjutnya pun Oma selalu tampil menawan, tidak seperti oma-oma pada umumnya. Ini tentu saja mematahkan pandangan saya ketika masih kecil dulu, di mana sosok seorang nenek dalam buku pelajaran biasanya digambarkan dengan seorang perempuan tua renta memakai kain lusuh dan bertumpu pada tongkat reyot, sementara rambutnya putih dan digulung ke atas.

Oma dengan suksesnya membuyarkan khayalan masa kecil saya tersebut. Oma tidak pernah berambut putih; rambut Oma selalu dicat dan Oma punya koleksi wig satu lemari. Oma tidak memakai tongkat; Oma masih sanggup berjalan cepat mengelilingi lapangan dekat rumahnya di Manado. Oma memakai kain lusuh? Sama sekali tidak pernah! Baju Oma jauh lebih berwarna-warni dari saya, dan koleksi sepatu serta tas Oma lebih heboh dari remaja kebanyakan.

Suatu kali ketika Oma sedang sakit dan tinggal bersama keluarga kami di Jakarta, saya berkesempatan memandikan dan membantu Oma berpakaian. Tidak ada jadwal keluar rumah hari itu, karena badan Oma masih sangat lemah. Otomatis saya memilihkan sepotong daster nyaman untuk Oma, dan mengira tugas saya berhenti di sana karena toh Oma tidak ke mana-mana. Di luar dugaan, Oma memilih pakaian yang lebih rapi, dan meminta saya membantunya berdandan. Pensil alis segera diraut, bibir pucat pun berubah menjadi merah merona. Penuh keheranan, saya bertanya, “Oma mo pi mana so? Pe cantik skali berdandan…

Seakan pertanyaan saya adalah sesuatu yang luar biasa aneh, Oma menjawab juga dengan penuh keheranan, “Perempuan harus cantik! Biar nyanda mo ke mana-mana maar harus tetap cantik!”

Kalimat di atas saya terjemahkan ke dalam banyak arti. Cantik bisa jadi cantik mukanya, atau cantik hatinya. Cantik kelakuannya, cantik tutur bahasanya. Cantik hasil karyanya, cantik wawasannya. Cantik tanggung jawabnya, cantik juga rezekinya. AMIN!!

Selamat menyambut usia delapan puluh enam tahun, Oma sayang!

– Jakarta, menjelang 19 Juni 2016

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10 Everyday Things Only Extroverted Introverts Will Understand

February 5, 2016 § Leave a comment

Sounds so much like myself I just have to reblog this…

Taken from: http://thoughtcatalog.com/becca-martin/2016/01/10-everyday-things-only-extroverted-introverts-will-understand/

1. You have no problem talking to strangers but when the conversation is just small talk you’d rather just go back to being alone.

You can hold a conversation for the most part, but small talk doesn’t keep your brain engaged in the conversation. Small talk is light and fun, but we like more deep conversations. Not to say we won’t ever engage in small talk, because we do, that’s part of life, but we always try to push it a little bit further and dig deeper. We want to the conversation to lead to us actually getting to know the person.

2. If you’re not comfortable in a group of people you keep to yourself in the back.

You love being surrounded by people, but generally only be people you’re comfortable around. Being around a different group of people makes you feel awkward and might even give you a little social anxiety.

3. You have days where you want to talk to everyone and days where you don’t want to be contacted.

Some days you want to be texting all your friends and making plans whereas other days you ignore everyone. It just depends on the day; there is no real explanation other than you have two opposite ways to recharge and you need a balance of both. If you spend too much time around people you are dying to get back to the comfort of your own home. But if you spend too much time alone you desire being around others.

4. You prefer meaningful conversation.

Like I said, small talk is not important to us. It makes us more uncomfortable, especially when the conversation goes nowhere, like usual. When we have a conversation we want to get to know you, the real you. We want to have something engaging and meaningful to talk about. Deep conversation is what it’s all about.

5. You’re always wrapped up in your own head.

You’re always thinking, alone and with people. Your brain goes a million different directions, whether it’s thinking about something you have to do next week or something you forgot to ask a friend there is always something on your mind. You also frequently give yourself pep talks when you need some motivation.

6. Sometimes it’s really hard to get us out.

Because what if it isn’t fun or isn’t worth it? I’d probably end up regretting getting up and leaving behind my books and laptop. But what if it’s the best time and everyone’s talking about how fun it is? There are nights when you don’t want to do anything and nights when you want to do everything.

7. Just because you like being alone doesn’t mean you like being lonely.

There is a total difference between the two. You like being alone because you choose to be alone. But you don’t like being alone because you don’t have anyone there for you. Being alone and spending time doing your own thing is what makes you happy, but being with people also makes you happy. Being lonely satisfies nothing and completely kills both moods.

8. You enjoy listening to others.

You enjoy listening to others because sometimes all you want is someone to listen to you. Even when you don’t have anything to say, you listening helps someone out because they know you’re involved. But listening to someone who has something going on engages us because we feel important, like we are doing something good for someone.

9. You’re selectively social.

You enjoy being social, but you don’t want to be social with everyone. People that are involved in a lot of drama are completely out of your interest range. You don’t enjoy talking negatively about others and you’d rather avoid people who do. It makes you extremely uncomfortable.

10. You make new friends easily, but have a harder time maintaining those friendships.

Making friends is no problem for you. When you’re out you love being out. You talk to people, you’re social and you’re happy. But after the night out is over and you wake up the next morning the importance of maintaining that friendship isn’t very high. Whether it be because you don’t feel like texting anyone or because you don’t want to leave the house it’s the maintenance that is the real struggle for you.

Closing Down The Year: Goodbye 2015

January 20, 2016 § Leave a comment

Sudah hari ke-20 di tahun 2016 dan gue baru sadar postingan ini masih mengendap di draft sejak Desember 2015 lalu.

Jadi, bicara tentang 2015, sepertinya hidup gue penuh diisi dengan keluarga. Baik itu keluarga Kaunang-Loebis, keluarga Indonesia Mengajar, maupun keluarga Nanga Bungan!

Semuanya direkam dengan cukup jelas oleh Instagram, yang menyebut bahwa best 9 moments gue di 2015 memang seputar itu itu aja. Naik perahu pas masih di desa, foto keluarga pake baju Dayak, nikahan teman sesama Pengajar Muda, ikutan talk show ala-ala sambil cerita tentang pengalaman ikut Indonesia Mengajar, turning 26, dan dua achievements terbesar dalam mengambil hatinya Rei Molad Kaunang!

cutesalmon_full.jpg

Sebenarnya ada 1 highlight yang belum sempat masuk bestnine versi instagram, yaitu new job! Heheh Tuhan baik sekali di tahun 2015 ini gue diizinkan membuka lembaran baru (ea) di tempat bekerja yang baru. Jangan lupa bukain lembaran-lembaran lainnya juga ya Tuhan di tahun 2016! (ngelunjak)

Anyway! This is my annual post. Click here to see related posts in 2014, 2013, and 2012.

Cheers!

A Birthday Prayer

November 18, 2015 § 1 Comment

Dear Sali, happy birthday! Senang bisa kenal Sali selama 5 bulan terakhir. In a way, I’m happy you left your tab on that bus, dan pool busnya kok pas searah jalan pulang ke rumah gue. Memang gaada yang kebetulan kan. 😁

I feel really energetic and passionate when you’re around! Itu kualitas Sali yang paling luar biasa, karena Sali memang orang yang sangat menyenangkan! Jadi doa pertama adalah semoga Sali selalu bisa jadi sumber keceriaan buat keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Doa kedua, semoga di umur yang baru Sali makin dekat dengan Tuhan, makin dekat dengan orang tua dan keluarga terdekat, dan selalu ada di komunitas positif yang bisa mengeluarkan seluruh potensi yang ada di dalam diri Sali, sehingga Sali bisa jadi berkat buat teman-temannya.

Doa ketiga adalah untuk semua harapan-harapan Sali, baik karir, kuliah master (kalo ada rencana), relationship, kucing-kucing yang lucu and all the desire of your heart. Check out Psalm 37:4 (NKJV).

I care a lot about you and I pray that God will always protect your path and hug your dreams. Once again, happy birthday!

image

Dari seorang teman yang ngucapin Selamat Ulang Tahun dengan tulus sebanyak DUA kali setahun ini😀 God bless you too, B!:)

Petuah dari Bapake

November 6, 2015 § 2 Comments

“Sali, can I borrow your time?”

‘Yes, Sir’

“It won’t take too long, just 2 days.”

‘Ehh??’

“Kidding. 5 minutes.”

‘Hahah.. alright Sir.’

“So I just want you to know, that you have worked hard these past 3 months.”

‘Thank you..’

“But I want you to work even harder…”

‘Noted Sir…’

“And always remember these three things.”

*nyiapin catetan*

“First, please be digilogue. Digital and analogue. We live in the online world, working in the e-commerce industry, but we cannot work like a computer. We should be digilogue. Work with a digital mind, but have analogue heart.”

‘Oowwkay…’

“Also, please love the job, and love the company. I hope here is better than your previous company…”

‘Haha.. it definitely is, Sir.’

“And don’t forget, be the owner of this company. Someone who is an owner of a company works differently than a person who thinks he is just a regular employee. Be special. Take the responsibility. This company leans on you.”

“Got it Sir.”

“Happy 3 months, Sali.”

:)

Life’s Good

October 26, 2015 § Leave a comment

So! Gue berasa hutang cerita banyaaaak banget. Sama diri gue sendiri tapi. Hahaha. Karena gatau juga siapa yang butuh life updates gue :p Tapi yah buat bekal bahan bacaan gue sambil nostalgiaan di masa depan, I will write those down in points:

– SATU –

I’m now an office worker! Setelah setahun kerja di hutan dan main di sungai, akhirnya gue kembali menjadi pekerja kantoran di dalam gedung dan berkamar mandi baik. Gue ngga bilang gue budak korporat lagi, karena somehow kerjaan yang sekarang jauh lebih manusiawi. Masih di perusahaan Korea, (go check http://www.elevenia.co.id) namun suasananya jauh berbeda dengan kantor L. Teman-teman bermainnya juga menyenangkan, karena gue berkesempatan bekerja bersama teman-teman kuliah gue di Korea dulu, dan bertemu dengan banyak kawan-kawan baru yang super asyik😀 Love!

Hiasan baru di dinding kantor 🎊

A photo posted by Sangalian Jato (Sali) (@cutesalmon) on

 

– DUA –

Gue ngekos. Bertahun-tahun hidup jauh dari rumah membuat gue sadar bahwa gue…… memang prefer tinggal sendiri. Bukannya ngga kangen mama papa, tapi somehow gue merindukan kebebasan untuk.. ngapa-ngapain. Hahah lagian kantor yang sekarang lokasinya sangat jauh dari rumah. Well, lebih tepatnya emang rumah gue aja yang kejauhan T.T

Tapi! Ada baiknya gue ngekos. Gue jadi jauh lebih menghargai waktu yang gue punya dengan keluarga. Kalau lagi berakhir pekan dan pulang ke rumah, rasanya hepi maksimum! Apalagi kalau udah main main sama keponakan yang makin lama makin ga mirip gue mukanya😦 (Dia makin cantik dan gue makin tua)

Mana aja yang mirip? #ohana

A photo posted by Sangalian Jato (Sali) (@cutesalmon) on

 

– TIGA –

Gue mendaftarkan diri gue sendiri untuk ikut gym!! Ini gila sih. Gue ga pernah suka olahraga sebelumnya, tapi seiring badan menjadi semakin tua dan kegiatan sepulang kantor semakin tidak bervariasi, akhirnya gue memutuskan untuk mencoba sesuatu yang baru dan menggerakan badan gue lebih banyak. Terus gue gym deh di samping kantor. Biasanya cuma ikut lari-lari kecil atau yoga sih. Tapi lumayanlah ya keringetan…

Oiya sejalan dengan ini, gue juga jadi doyan ikut event lari. Ngga yang hebat-hebat amat sih, biasanya lari cupu jarak pendek. Tapi lumayan, terakhir kali ikut run 5K, pulang pulang menang doorprize dapet setrika gratis heheh.

Rejeki anak kosan soleh, finish lari dapet setrika! 😂 #luckydraw #luckybitch

A photo posted by Sangalian Jato (Sali) (@cutesalmon) on

 

– EMPAT –

Gue… menggembil? Hahah ga tau pasti udah naik berapa kilo, tapi gue sangat berasa celana gue menyempit. Ga ngerti juga ini hal baik atau buruk, karena banyak yang bilang selama di hutan kemarin gue kurusan. Tapi gue lebih suka celana gue  longgar sih… kalo sempit gini kan jadi khawatir….

Lalu tangan juga… mulai menunjukkan tanda tanda mengembang….

Mengukir kenangan #eeaa #가지마 😥

A photo posted by Sangalian Jato (Sali) (@cutesalmon) on

 

– LIMA –

Kaki gue semakin panjang, alias gue jadi males diem aja :”( Pulang kantor adaaa aja kegiatan. Ketemu si ini, nonton sama si itu, janjian di sini, lari di sana, diajak meeting ke sini, rame-ramein acara ke sana. Untungnya Tuhan masih baik memberi gue rezeki cukup untuk ngegrabbike ke mana mana dan tenaga yang oke untuk selalu semangat! Hahah di satu sisi emang gue jadi keterusan aja sih pengen tetap aktif berkegiatan sejak pensiun dari Pengajar Muda, dan di sisi lain emang gue butuh distraction…. karena… you know why..

Setahun mengajar, seumur hidup ngumpulnya sama itu lagi itu lagi 💞 #EagleAwards #PengajarMuda

A photo posted by Sangalian Jato (Sali) (@cutesalmon) on

 

Heheheh anyway! Happy Monday! Excited sekali melewati minggu ini, karena di penghujung pekan bulan favorit Sali akan segera datang❤

10 things 10 years ago Sali should know…

October 14, 2015 § Leave a comment

Ngorek-ngorek harddisk hari ini, dan menemukan draft tulisan beberapa bulan lalu. Dibuang sayang, dipost pun agak gak relevan di poin terakhir. NAMUN! Gue mencoba tetap mempublish tulisan ini agar sedikit lebih otentik, sekaligus sebagai pengingat bahwa memang banyak hal yang akan berubah dalam hidup, tapi ya lo tetap harus hidup. Jadi selamat menikmati, but please be aware that the last point doesn’t count anymore.

Nanga Bungan, 19 Januari 2015

10 THINGS 10 YEARS AGO SALI SHOULD KNOW

Age when writing: 25

Ten years ago: 15, kelas 1 SMA, di Jakarta

#ohana

A photo posted by Sangalian Jato (Sali) (@cutesalmon) on

10 tahun yang lalu kurang lebih Sali bentuknya seperti itu😀

  1. Teman-teman terdekat yang lo miliki saat ini akan tetap menjadi teman-teman terbaik lo sampai 10 tahun ke depan (and counting) meskipun selepas SMA kalian akan terpisah jauh selama bertahun-tahun. They are the best.
  2. Lo sama sekali nggak sia-sia udah merelakan malam minggu lo untuk les renang selama 2 tahun. Sepuluh tahun lagi lo akan hidup di hutan dan bergantung pada sungai, jadi bersyukurlah setidaknya lo sudah punya basic mengapung di air.
  3. Jempol kiri lo masih nggak bisa digerakkan? Relakan sudah. It’s been… 7? 8? years since the accident, dan lo tetap bisa melakukan segala hal dengan baik termasuk main piano. Jadi nggak usah terlalu diambil pusing, soalnya toh 10 tahun ke depan (dan sepertinya untuk selamanya) jempol itu nggak pernah sembuh.
  4. Tentang les piano… hmm….. lo bakal kaget nggak kalau bahkan 10 tahun ke depan lo akan tetap bisa main piano dan menemukan bahwa kemampuan itu sangat membantu lo dalam bersosialisasi dan melayani Tuhan? Jadi berlatihlah dengan baik, ngga usa banyak bolos, karena toh waktu lo untuk les hanya tinggal beberapa tahun lagi.
  5. Mimpi lo untuk sekolah di luar negeri dan tinggal di asrama bersama teman-teman yang manis akan menjadi nyata beberapa tahun lagi. Tapi luar negerinya pasti belum terbayang sama sekali ya di kepala lo? Yang pasti dia bukan negara berbahasa Inggris dan menggunakan alfabet. Tapi tenang aja, hidup lo akan berubah banyaaaak sekali di sana, dan lo akan menemukan banyak hal baru.
  6. Di antaranya lo akan menemukan bahwa lo ternyata berani juga ikut organisasi, even jadi ketuanya! Surprise surprise! Jadi coba itu formulir pendaftaran OSISnya buruan diisi, dia akan menjadi langkah awal lo loh:)
  7. Di negara tidak berbahasa Inggris itu lo juga akan mendapatkan pengalaman lain selain sekolah, yaitu bekerja di perusahaan raksasa dengan budaya yang lo sangat tidak familiar. Penuh dengan senioritas dan kerja keras. Tapi again, lo akan belajar banyak di situ. Dari mulai mengatur keuangan, patuh pada atasan, bekerja di bawah tekanan, sampai mengatasi jerawat.
  8. Dandanan lo masih kayak cowok? Tenang, lo sendiri yang tahu lo tidak dengan sengaja berpenampilan tomboy. Lo cuma males aja beli baju dan nggak punya duit untuk belil sepatu lucu. Pada akhirnya ketika lo sudah bisa menghasilkan uang sendiri penampilan lo nggak akan terlalu berantakan lagi kog. Lo akan mulai tertarik dengan segala dress elegan, alat make up, kuteks warna warni, aaand shoes!! Yess lo akan menemukan cinta kedua lo di sepatu, meskipun seringkali dompet lo berkata tidak. Jadi semacam cinta tapi benci gitu.
  9. Ngomong-ngomong soal cowok, surprisingly cowok-cowok yang lo kenal sekarang (yang jumlahnya sangat sedikit itu) akan tetap menjadi teman-teman lo untuk 10 tahun ke depan, walaupun pertemanannya sebatas di media sosial. Nah dua dari cowok yang sudah lo kenal saat ini akan menjadi pacar-pacar lo, walaupun akhirnya putus juga sih….
  10. Namun no worries! Pada akhirnya lo akan menemukan seseorang yang berbaik hati rela menjadi pacar lo dan bahkan meminta lo menjadi istrinya. Dia bukan pangeran berkuda putih ataupun si badboy 구준표, tapi dia adalah segalanya yang lo butuhkan. Smart, determined, patient. Dan mau mengerti lo!! Ini yang paling penting! Kalau saat ini lo pikir lo adalah perempuan paling simple dan nggak ngerepotin yang pernah ada di dunia, apparently 10 tahun lagi isi kepala lo tidak demikian lagi! Dan ini cukup menjengkelkan sehingga butuh skill khusus untuk menangani lo. Syukurnya laki-laki yang satu ini berani dan bisa. Dia akan membantu lo lebih mengenal diri lo sendiri dan menemukan jalan hidup lo. And he will be your sunshine, your only sunshine. Just like his name:)

^_^

Tambahan dari Sali di hari Rabu tanggal 14 Oktober 2015:

11. Saat ini lo ga kebayang hidup lo kayak apa? Lo penasaran masa depan lo bakalan begimana? Lo pengen cepet-cepet tua karena lo pikir kalo lo tuaan dikit lo akan lebih mengerti tentang hidup? Well, ini spoilernya: 10 tahun kemudian pun lo akan tetep ngga ngerti apa apa!! Hahahah lo akan tetep bingung jalan mana yang harus lo pilih, dan lo akan menjadi semakin bingung kalau ngeliat hidup lo ke belakang, kog belok belok banget?? Ngapain aja gue selama hidup?? Hehehe BUT! Tenang, di saat-saat seperti ini marilah kita menjadi sedikit terang dan mengingat lirik lagu I don’t know about tomorrow, but I know who holds my hand!!  :))

So take it easy, especially on yourself, and enjoy the ride. 

“Karena setiap cerita bisa dituliskan berbeda..”

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 110 other followers