Day 11 : Your First Love (and First Kiss) – EXTENDED
June 18, 2013 § Leave a Comment
Look what I found!!
My own posting from many years ago.. ^__^
[the reaction]
So this… is… exactly why I love blogging.
You can dig up your own past…
[the story]
and realized how silly you were
to have gotten so worked up about things that now even seem…
insignificant.
or minor.
Nyehehe malu sekali membaca tulisan ini. Tapi walaupun gue menulis seperti alay, keliatan kan betapa hepinya gue dulu? Dan walaupun gue nggak kangen sama orangnya, tapi gue kangen sama sensasi-sensasi suka pas pertama kali itu. (persis seperti temen gue yang ini ehuheheh). Oh dan kangen juga sama diri gue yang begitu gembira dulu! ^.^
Hahah para pria ayo buatlah wanita wanita kesukaanmu hepi senorak ini!
Day 11 : Your First Love (and First Kiss)
June 17, 2013 § 2 Comments
Kalau boleh jujur…
Like, sejujur-jujurnya…
Gue enggak tau love itu apa.
Hahah gue udah beberapa kali jadian sama orang, dan ofkors mengeluarkan kata-kata sakti berinisial S atau L itu, tapi kalo disuru definisiin gue pasti nyerah. Heheh dan gue juga inget ada satu temen gue yang bilang, “Semua yang bisa didefinisikan itu nggak abadi.” Jadi gue setuju membiarkan “love” itu diinterpretasikan secara bebas oleh masing-masing orang, dan sementara itu untuk postingan blog kali ini, I’ll go with the story of my first… boyfriend ya. Was it really love or not, nggak usa dibahas :p

Hmm jadi..
Ketika itu gue masih kelas 2 SMA. Gue termasuk salah satu anak yang pertama kali pacarannya cepet, terutama di antara temen-temen terbaik gue, dan untuk itu gue kena “hukuman” musti nraktir temen-temen baik gue itu. Gue inget beberapa hari habis gue jadian lalu gue dan temen-temen gue ke PS, terus gue nraktir mereka es krim dan masih ada fotonya sampe sekarang. Salah satu temen gue, Vane, ketika itu lagi AFS ke Swiss jadi nggak kebagian gue traktir. Gue inget dia agak protes waktu itu. Okeh dan kenapa gue jadi cerita tentang proses nraktirnya ya?
Anyway balik lagi. Hmm gue kenal dia udah lama, udah dari gue SMP rasanya. Dia lebih tua dua tahun dari gue. Pertama kali kenal itu dari saudara sepupu gue, yang ternyata adalah temen… SD atau SMP dari dia. Hehe gue agak lupa. Kebetulan dia dan gue terdaftar sebagai anggota jemaat gereja yang sama, jadi kami punya alasan lebih banyak untuk ketemuan dulu (walaupun sebenernya nggak sering juga beribadah bareng).
Awalnya kami deket dari chatting (Yahoo Messenger) dan juga smsan pake XL Jempol. Heheh ada yang masih inget? Sehari dapet beratus ratus jatah sms gratis? Bisa dibilang kedua teknologi itu yang paling berjasa dalam masa-masa hampir jadian kami. Setelah obrolan-obrolan yang nggak jelas tapi intens, gue inget satu saat dia ngajak gue nonton film di PIM. Dan gue, sebagai seorang anak yang sangat murah kalau diajak nonton, ofkors langsung mengiyakan ajakannya dan pergilah kami ke bioskop.

Film yang sangat berjasa itu judulnya Berbagi Suami, dan kami nonton di PIM. Gue bahkan inget tanggalnya, 15 April 2006 (wow ingatan gue cemerlang sekali, oyes). Sebenernya kami nggak langsung jadian ketika itu. Seinget gue ada tahap di mana gue agak rancu dia suka sama gue ato enggak, terus apakah emang gue udah mau dan udah boleh jadian (takut dilarang mamah papah hihi), dan apakah gue beneran suka sama dia blablablaa jadinyaaa gue masih santai-santai berteman ke sana ke mari sampe akhirnya dua bulan kemudian, yakni 15 Juni 2006, dia ngajak gue nonton lagi di PIM (tapi gue lupa kali ini filmnya apa :3 ) dan malamnya dia mengantarkan gue ke rumah lalu gue resmi ganti status. Untuk yang pertama kalinya hehehe.
Yang namanya pacar pertama, tentu saja perasaan gue ketika itu luar biasa gembira. Semua film, semua makanan, semua lagu yang diputer, rasanya jadi lebih bagus kalau dinikmati bersama. Speed dial di HP nambah satu, rutinitas di akhir pekan pun nambah satu. Hari-hari yang dirayakan nggak lagi cuma ulang tahun diri sendiri dan ulang tahun keluarga, melainkan mendadak nambah banyak jadi hari sebulanan, hari dua bulanan, hari tiga bulanan, hari ulang tahun pacar, dan hari-hari berikutnya.
Lingkaran bermain juga jadi lebih luas! Yang tadinya main sama temen-temen perempuan saja, sekarang jadi mendadak rame-rame main sama bocah bocah laki-laki temen-temennya dia. Belum lagi bonus dapet “adik-adik” dan “oom-tante” baru yang dateng sepaket ketika dibawa kenalan ke keluarganya dia. Hehehe kalo dipikir-pikir heboh juga sih masih SMA tapi pacaran udah sampe kenalan sama keluarga, mungkin kalo gue disuru melakukan hal yang sama sekarang gue enggak mau dan mikir berkali-kali. Cuman yah ketika itu gue nggak pake mikir! Hahah konyol juga rasanya, tapi gue inget dulu gue menganggap diri gue sangat beruntung bisa berada di posisi itu.
Gue percaya being in love, dengan semua keabsurdannya itu, hanya bisa dilakukan ketika lo di bawah alam sadar. Karena kalo dipikirin satu-satu pake logika, nggak ada yang masuk akal! Ngapain juga lo ngabisin puluhan ribu atau ratusan ribu pulsa lo buat nanyain orang yang sama berkali-kali, “Udah makan belom? Hari ini ngapain aja?” padahal lo udah tau rutinitas dia tiap hari apa. Ngapain juga lo rela bantuin bikin PRnya adik sepupu pacar lo padahal PR lo sendiri belom kelar? Ngapain juga lo rela bikin kartu ulang tahun hand-made, atau nge-burn-in CD khusus buat seseorang, padahal itu menyita waktu lo supeeer lama di saat lo bisa beli kado kado instan dengan harga yang sebenernya nggak mahal-mahal amat juga?
Belum lagi fakta bahwa itu adalah pacar pertama lo. Pertama! Nggak ada jaminan hubungan itu akan berlangsung mulus, akan bertahan lama, dan baik lo maupun dia nggak akan bertemu dengan orang-orang lain lagi.
Itu bener-bener kayak untung-untungan.. membiarkan diri lo suka sama orang sampe segitunya padahal nggak ada garansi lo akan happy terus. Lo tau pada satu titik orang itu pasti akan menyakiti lo, dan lo juga akan menyakiti dia, tapi lo… ya… gak peduli aja gituh. Dan tetep berani ngambil keputusan untuk jadian sama orang itu.
Heheh butuh keberanian yang sangat tinggi sih menurut gue untuk jatuh cinta. Atau ya kalo ga mau pake istilah yang terlalu dangdut, untuk suka sama orang lah. Karena ketika kisah cantik itu berakhir, kepercayaan gue akan sesuatu yang indah dan abadi itu terkikis sedikit demi sedikit. Sementara rasa takut pun makin besar. Hingga sekarang.. akhirnya.. dalam posisi gue saat ini, setelah beberapa kali mengakhiri kisah-kisah yang awalnya sempurna namun endingnya neraka, gue nggak tahu lagi apa gue masih punya keberanian yang sama
Keberanian yang sama seperti ketika pertama kali berbunga-bunga dikasi perhatian sama orang lain. Keberanian yang sama untuk membiarkan diri lo diatur dan diurusin orang lain. Dan juga keberanian yang sama untuk.. untuk disakiti orang lain.
Hihihi oke ini gue berasa nulis postingan untuk disubmit ke chicken soup -__- terlalu wise dan tidak terdengar seperti gue. Jadi sebelum gue akhiri mari kita sisipkan kisah yang juga merupakan tantangan di blog challenge hari ini : first kiss.
Ehm untungnya first kiss gue adalah bersama pacar pertama juga, jadi cukup memorable dan nggak aib aib amat untuk diceritakan ke orang lain hehehe. Mengambil tempat di dalam mobil, dengan dia di balik kemudi stir dan gue di sebelah kiri. Of kors waktu itu nggak lagi jalan lah mobilnya. Lagi parkir, di…. depan…. mesjid. Dan gereja. Jadi gereja dan mesjidnya hadap-hadapan, dan kami parkir di antara keduanya. Ahahah ini hint yang bagus sekali lho, kalo kalian anak Jakarta asli pasti tau mesjid dan gereja yang dimaksud itu di mana :p
Kenapa bisa parkir di situ.. well kalo nggak salah kami habis gereja pagi. Lalu muter-muter jalanan Jakarta yang masih sepi pagi itu di hari minggu. Dan kami mau ngobrol ngobrol. Tapi nggak ada tempat parkir. Jadi dia memutuskan untuk berhenti di spot itu. Nggak ada hujan, nggak ada badai, hari itu cerah sekali. Heheh panas terik sih lebih tepatnya. Dan gue bahkan masih inget gue pake rok apa hahaha. Emang the power of first experiences yaa. (Kalo dipikir-pikir sebenernya gue bahkan masih inget kaos yang gue pake pas gue jadian dulu itu -dan sudah hilang- dan detil-detil lain seperti misalnya reaksi dia pas gue pertama kali bilang bahwa gue ada rencana kuliah ke Korea)
Lalu ehm… kalo ditanya sensasinya…. err.. hahah ya sensasinya lucu lah. Kalo anak remaja jaman sekarang mungkin bilang hati berdebar-debar dan nafas nggak karuan, tapi kalo gue boleh deskripsiin sih kayaknya malah super canggung dan bikin gue kejang kejang. Dan apa yang ada di bayangan gue tentang first kiss sama apa kenyataan yang terjadi itu… beda jauh. Hahaha entah gue kurang banyak nonton film ato kurang latihan (what?!) tapi semuanya terjadi begitu cepat dan rasanya gue cukup mengecewakan :3
Tapi memorable lah. Gue inget efeknya bertahan sangat lama sampe gue masih suka senyam senyum sendiri beberapa hari kemudian, dan ternyata beberapa tahun kemudian pun gue bahkan masih inget betapa konyolnya gue waktu itu
Jadi, walaupun sepotong bagian dari gue ikutan hilang seiring dengan berakhirnya kisah kasih pertama gue, tapi di sisi lain gue juga belajar banyak sekali. Belajar membagi waktu walaupun rasanya waktu untuk diri lo sendiri udah nggak ada, belajar menerima kenyataan bahwa bahkan orang-orang terdekat lo sekalipun akan menyakiti lo tapi lo harus tetep bangun dari itu, dan belajar bahwa walaupun semua lagu yang bagus itu akan habis, bukan berarti lo nggak boleh enjoy lagu itu selama dia berputar ^.^
Terima kasih atas pihak yang berjasa di dalamnya. Dan dear R A, semoga nggak keberatan ya kisah ini jadi konsumsi publik
May the force be with you, as always.
Day 10 : How You Hope Your Future Will be Like
June 13, 2013 § Leave a Comment
Future? Ehem..
Kog kayaknya sering banget ya ngeblog tentang masa depan.. Mau punya suami begimana, mau punya kerja apa, mau ngapain aja, mau ke mana aja, dan lain sebagainya. Jadi berhubung topik ini udah mengendap di draft berhari hari dan beberapa pembaca udah jauh lebih nggak sabar sama challenge day berikutnya (hahah) maka mari gambarkan postingan ini dengan poin poin saja agar lebih mudah!
1. Family

2. House

Sementara untuk lokasi.. gue sangat berharap gue akan menetap tidak di Jakarta. Mungkin ini nggak dilakukan dalam waktu dekat lah ya.. mungkin ini pas gue udah umur 40 atau 50 aja. Tapi iyah, gue mau hidup menua di kota kecil jauh dari kemacetan dan polusi. Kota di mana gue bisa buka jendela terus nengok ke langit dan masih bisa liat bintang. Kota di mana kalo pergi jarak satu jam udah bisa liat pantai. Ehehe Manado oke sih.. tapi kan gue ga mau memaksakan kehendak. Asal jangan bilang Busan aja yah..

3. Pets
Satu ekor kucing gendut. Harus gendut supaya bisa dipeluk peluk. Kalo nggak gendut akan gue cekokin sampe gendut. Persetan dengan semua yang bilang kucing bikin mandul atau apalah itu hahahah gue mau kucing! Well tambahan seekor anjing juga nggak masalah sih, walopun mungkin gue akan tetap lebih sering gendong si kucing :3
4. Career

5. Health

6. Personality

7. Hobbies
8. Relationship with God
Must keep walking on the right track dong pastinya! Heheh karena persis seperti hasil nyontek dari lirik lagu, I don’t know about tomorrow, but I know who holds my hand :)
Sampai jumpa di Day 11!
ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.
Golden Weekend Part 4 – Donghae Road Trip
June 12, 2013 § Leave a Comment
Coret satu lagi!!
Huhehehe setelah penantian sekian lama, akhirnya! Terwujudkan juga cita-cita yang satu ini. Dengan demikian saya semakin mendekati target saya sendiri melakukan ini itu sebelum pergi dari negara ini demi kebaikan.
Lucu sih rasanya, saya seperti sedang mencontrengi satu per satu daftar yang harus saya lakukan, sambil terus menerus melihat kalender dan jam tangan saking takutnya ada waktu yang terbuang percuma.
Di satu sisi saya senang karena beberapa target atau cita-cita saya terpenuhi, namun di sisi lain saya agak.. ehemm… miris? sedih? karena mengetahui bahwa saya menyukai sekali jalan-jalan dengan teman-teman yang sedang saya lakukan akhir-akhir ini. Di saat saya ketemu banyak spot menarik untuk dikunjungi, saya malah kehabisan waktu kosong untuk bermain. Dan di saat teman-teman baru saya mulai menikmati bermain dengan saya (eh kebalik ya? hahahah) saya malah harus bilang, “iya kan lo udah gue kenalin ke temen gue yang lucu lucu itu, jadi next time kalopun gue udah balik lo tetep melucu aja tamasya sama mereka.”
Anyway, untuk melanjutkan acara jalan-jalan mingguan saya yang keterusan jadi 4 part ini, inilah dia cuplikan kegiatan saya akhir pekan lalu: ROAD TRIP TO DONGHAE!! Adapaun tempat yang kami kunjungi adalah di bawah ini (lumayan buat pengingat di masa depan kalo mau nostalgila heheh)
1. 정동진 해변 – Jeongdongjin Beach
2. 묵호등대 - Mukho Lighthouse
3. 천곡천연동굴 – Cheongok Natural Limestone Cave
4. 추암촛대바위 – Chuam Chotdaebawi Rock
5. 새천년 해안도로 - Saecheonnyeon or New Millennium Coast Road
6. 경포 해수욕장 – Gyeongpo Beach
7. 정동진 썬크루즈 해돋이 공원 – Jeongdongjin Sun Cruise Sunrise Park –> nggak tepat di dalam parknya sih, lebih tepatnya di deket deket situ dan melihat si suncruise di atas cliff dari jauh heheh







Daaan bukan saya namanya kalo nggak ngasi testimonial ala remaja jamannya baru join Friendster. Eheheh beribu terima kasih saya haturkan kepada para pengisi acara..
Apple: terima kasih atas pengaturan uangnya yang luar biasa!! berbakat sekali kaw jadi ibu bendahara
dan ingat lo juga sekarang berbakat jadi model mobil..
Cempaka: terima kasih atas kesediaannya meneleponkan semua orang yang perlu ditelepon! dan mencarikan penginapan! dan mengatur ini itu! paling bungsu tapi paling bisa diandalkan. aku bangga.
Daniel: terima kasih atas tenaganya menyetir berjam-jam. maaf selama ini gue selalu bilang takut disetirin elo. I’ll take that back. dan terima kasih karena sudah mendalangi acara ini
Jess: terima kasih atas foto fotonya dan tripodnya dan kameranya dan iphonenya dan semua yang berbau media. hahah dan juga untuk kemampuannya ngutak ngatik GPS, we love you :3
Leo: terima kasih atas kegigihannya menyambungkan HP ke tape mobil dan sumbangan samsungnya untuk merancang pola sesi pemotretan kembang api kita! ahaha cerdas sekali sih lo menggunakan gadget gadget itu.
Noka: terima kasih untuk kartu UNO nya dan masukan masukan membangunnya tentang spot yang harus dikunjungi. ehehe juga terima kasih untuk tangan ajaibnya di balik semua makanan dan minuman terutama cocktail!!
Pram: terima kasih untuk lawakannya yang nggak ada matinya. jujur banget gue tau lo suka bikin orang ketawa tapi gue ga pernah tau lo selucu ini praaam >.< pasti membosankan sekali perjalanan kita kemarin tanpa elo heheh.

Donghae, 8 – 9 Juni 2013
ps: all pictures credit to Jessica Nurhakim and Noka Prihasto
Golden Weekend Part 3 – Apa Yang Anda Lakukan Jika Anda Digigit Anjing?
June 11, 2013 § 2 Comments
Saya ulang:
Apa yang akan Anda lakukan jika Anda digigit anjing?
Atau, apa yang akan Anda lakukan jika Anda melihat orang lain digigit anjing, di depan Anda?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari biarkan saya menjelaskan posisi saya terlebih dahulu. Ceritanya begini. Pada sebuah hari Jumat yang cerah, saya dan departemen di kantor saya pergi untuk workshop di luar kota. Sebagai karyawan yang masih tergolong berderajat rendah, saya kebagian tugas berangkat duluan untuk siap siap. Pergi lebih awal, belanja makanan, masukkan semua makanan ke kulkas, lihat penginapan sudah siap menyambut tamu atau belum, cari restoran, dan lain sebagainya.
Perjalanan terasa sangat menyenangkan. Disetiri junior yang umurnya lebih tua dari saya, kami berempat naik mobil dengan atap sedikit terbuka dan menyusuri jalan pedesaan menuju Incheon. Tepatnya 강화도 (Ganghwa Island). Happy!
Cuaca ketika itu sungguh sangat indah.
Sempurna untuk bermain main di alam terbuka.
Dan ya, kami akhirnya memang beneran bermain di alam terbuka. Acara pertama adalah 족구 alias Jokgu, yakni campuran football dan volleyball. Macemnya sepaktakraw tapi netnya rendah.
Acara kedua adalah makan malam, acara ketiga adalah malam keakraban alias minum minum, dan acara selanjutnya adalah karaoke. Terdengar Korea sekali memang, tapi yah…. emang saya berada di Korea sih… jadi gimana dong.
Hehehe dan ketika malam semakin larut semua orang mulai high dan bahkan orang yang paling saya sebel di kantor pun menunjukkan sifat aslinya. Menari-nari nggak jelas, dan semua om kesayangan saya mulai berpelukan menyanyi di depan TV.. sungguh imut nian.
Nah lalu di kemudian harinya… terjadilah sebuah kecelakaan paling menghebohkan sejarah per-workshop-an kantor kami. Adapun di sebuah hari Sabtu pagi yang cerah, salah satu dari om kesayangan saya di atas mengambil tali pengikat anjing di penginapan kami dan mengajak sang anjing jalan-jalan keliling penginapan.
Sang anjing, antara hepi dan norak, langsung lari ke sana lari ke sini cium sana cium sini. Ketauan banget udah lama nggak diajak jalan sama pemiliknya.
Sementara itu sang manager, alias om kesayangan saya yang megangin tali, mulai kesel karena itu anjing larinya pake tenaga dalam. Hendak mengembalikan sang anjing ke kandang, manager saya pun mencoba menarik dan mengendalikan sang anjing namun apa daya anjing tersebut marah dan memberontak.
Kalau cuma marah dan memberontak terus menggonggong imut ala anjing kebanyakan sih wajar lah ya… tapi sayangnya si anjing ini marah pake main fisik. Sekuat tenaga sang anjing menggigit tangan manager saya, sampe manager saya kaget dan melepas talinya. Mungkin dalam hati manager saya bilang, “FINE. KALO GA MAU PULANG PERGI LO SANA!“
Tapi terus sang anjing membalas, “Iya gue ga mau pulang! Tapi gue masih nggak terima lo tarik tarik gue kayak gitu tadi!“ (rekaan, hanya imajinasi saya dalam otak). Lalu terus anjing itu mulai mengejar manager saya dan dia tidak berhenti menggerogoti tangan manager saya.
Panik, saksi mata saat itu yakni saya dan dua teman saya yang juga perempuan mulai berteriak teriak sementara manager saya mencoba keluar dari cobaan naas itu. Kami mulai sadar peristiwa itu mulai tidak lucu dan manager saya butuh pertolongan. Maka dua teman saya kabur ke arah orang-orang yang sedang sarapan di depan penginapan, sementara saya.. dengan gagah berani mencoba mendekati manager dan anjing namun sedikit ciut ketika melihat sang anjing melakukan aksi berikutnya.
Berhadap-hadapan, sang anjing memelototi manager saya dengan nanar sementara manager saya berdiri menghadap anjing membelakangi net Jokgu. Iya, kejadian ini mengambil tempat di lapangan Jokgu bekas kami bermain kemarin. Persis sesaat sebelum khalayak ramai datang, sang anjing tiba-tiba lari ke arah manager saya dan membuat sang manager terpaksa lari mundur ke arah belakang namun terhalang net Jokgu.
Dalam keadaan sendal terlempar ke sana ke mari dan kaki nyeker sempurna, manager saya pun tumbang karena punggungnya terhalang net Jokgu dan dia jatuh terlentang di tanah. Ketika itulah sang anjing memanjat ke atas badannya dan mulai menggigiti muka manager saya, hingga saya nggak pake mikir dua kali untuk teriak dan berlari ke arah mereka.
Beruntung setelah saya hanya berada sekitar satu atau dua meter dengan kedua makhluk, sang anjing akhirnya mundur dan hilang perlahan. Mungkin dia sadar kog ada peserta baru di pertandingan itu. Eh, kog ada perempuan? Heheh jadi dia pun pergi. Dan ketika itulah dari dekat saya lihat manager saya bangkit dari tanah, dengan darah menetes deras dari tangan dan juga mulutnya….
Kejadian berikutnya adalah semua orang berhamburan ke lapangan Jokgu, syok melihat manager saya berlumuran darah dan muka saya serta dua perempuan lainnya super ketakutan kayak habis lihat manusia digigit serigala. Well emang agak mirip sih kejadiannya. Tapi yah.. setelah itu manager saya dibawa ke rumah sakit dan syukurlah dokter bilang dia tidak rabies. Tidak ada patah tulang, tidak ada yang perlu dijahit juga.
Yang harus dirawat “hanya” tangan kirinya yang penuh tato bekas moncong anjing, dan bibirnya yang pecah karena gigi anjing. Di lehernya juga banyak bekas gigi gigi anjing, tapi katanya itu akan pulih sendiri. Oh! Giginya geser, ehehe. Manager saya bilang giginya sakit luar biasa, mungkin sensasinya sama seperti orang pakai kawat behel lalu dikencengin. Tapi kata dokter gigi tidak ada yang bisa dilakukan, nanti giginya akan geser lagi dengan sendirinya. Ouch.
Peristiwa itu sukses membuat workshop kami jadi workshop berdarah. Dan setelah kasus penggigitan oleh anjing ini, workshop pun disudahi dan kami pulang ke ibukota dengan setengah nyawa karena kecapean.
Saksi bisu perkelahian antara Anjing vs Manager
Sang terdakwa.
Sulit dipercaya kan pelakunya seganteng dan seimut ini? Saya juga nggak habis pikir sih. Memang semua lelaki mengecoh, nggak yang kaki dua nggak yang kaki empat…. ehehehe.
Nah jadi, balik ke pertanyaan awal. Kalau Anda jadi saya, apa yang akan Anda lakukan?
Anda melihat seseorang di hadapan Anda, berdarah-darah digerogoti anjing, namun Anda sendirian. Apa yang Anda lakukan?
Sesaat setelah prosesi penggigitan selesai saya sempat diliputi rasa bersalah, mungkin seharusnya saya menolong dia? Dia kan kesakitan, masa saya hanya teriak teriak dan diam menonton? Seharusnya saya bisa lakukan sesuatu kan?
Namun beberapa orang, termasuk manager saya itu sendiri, bilang bahwa merupakan keputusan tepat buat saya untuk tidak ikut campur ketika sang anjing masih sibuk ngunyah ngunyah. Salah salah bisa saya kena dikunyah juga. Jadi yah, jawaban itu cukup melegakan saya sih.
Tapi sekali lagi, saya penasaran, seharusnya saya ngapain ya kalau lihat orang digigit anjing? Mungkin ada tips siapa tahu lagi jalan jalan tiba tiba saya ketemu orang digigit anjing berikutnya? :D
Ganghwa-do, June 1, 2013
Lelucon Akhir-akhir Ini
June 11, 2013 § Leave a Comment
Harus saya akui om-om kesayangan di tim saya kadang lucu juga.
* Ketika atasan saya melihat saya bosan..
“살리야 너 할일 없지?”
‘네 심심하네요’
“빨리 잡사이트 봐봐.. 이력서 고치고 있어~”
‘????’
* Ketika seorang manager hendak pergi meeting ke luar, menenteng tas dan siap melenggang.
“매니저님 어디 가세요??”
‘나? 집에. 퇴사.’
“헉… 저도 갈래요..”
‘안돼 너 여기 있어. 나 인도네시아에 먼저 가 있을게..’
” ㅠ.ㅠ “
‘잘 있어…’
* Ketika atasan saya kesambet.
“살리야 너 돈 다 모아놨어?”
‘돈이요?’
“응. 우왕 (uang)”
‘돈이 왜요?’
“야 너 집에 가야 될거 아냐.. 여기 인도네시아 사업 실패하면 너의 돈으로 비행기표 끊어 가야 돼..”
‘…..’
* Ketika mau menentukan rencana summer vacation dan penggunaan cuti.
“연차 계획서 다 썼어?”
‘이제 쓸려고 고민중이에요’
“뭐가 고민인데? 다 써 다 써! 올해 안에 다 써! 어차피 내년에 여기서 일할것도 아닌데..”
* Ketika atasan ngidam nasi ayam dalkgalbi
“살리야 유가네 가자”
‘오늘은 안돼요..’
“왜! 너 시간 언제 되는데? 내가 발령 받아서 다시 재경팀에 돌아가기 전에 꼭 먹어야 돼..”
‘책임님이 다시 재경팀에 가면 저 그 때 아마 인도네시아에 가 있을걸요… ‘
“어떻게? 사업도 안하는데?”
‘그러니깐요. 사직서 내고..’
ps: maaf nggak dibuat dalam bahasa Indonesia, agak lebih real kalo pake bahasa asli
살리야 넌 한국인이 아냐
June 7, 2013 § 2 Comments
어느 날 착하신 회사 선배가 솔로인 살리에게 물었다
“살리 너 이상형이 뭐냐?”
‘아 전… 간단해요’
“뭔데?”
‘Lo**e만 안 다니면 돼요’
“Lo**e홈쇼핑만 아니면 Lo**e 그룹 전체 다?” (sambil tertawa terbahak bahak)
‘Lo**e 그룹 전체요’
“알았어. 근데 너 외국인 만날 생각 없지?”
‘네?’
“어 외국인이랑 사귀고 싶어?”
‘외국인이요? 뭐.. 미국 사람 이런거?’
“야!! 너 한국인이 아냐!! 너 한테는 한국사람도 외국인이라 봐야 돼.. 애구 답답해 애구 살리야 너 방법이 없다 이제 너 빨리 인도네시아에 가야겠다 너 생각조차 다 변했어..”
‘…….. 예….. 안그래도 갈거에요…..’















